Siap-siap, Harga Minyak Dunia Diramal Ambles 20% dalam Dua Tahun
Senin, 25 November 2024 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Perkiraan harga analis menyiratkan tarif 10% secara menyeluruh. Perusahaan lain juga telah memperingatkan risiko penurunan harga minyak karena tarif Trump.
Pekan lalu, ahli strategi Bank of America, Francisco Blanch mengatakan, tarif yang diusulkan Presiden terpilih kemungkinan akan mengekang perdagangan global dan memicu perang dagang, meredam permintaan dan harga.
"Amerika first berarti komoditas kedua," kata Blanch dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television.
Sentuhan regulasi Trump yang lebih ringan dan sikap pro-bahan bakar fosil juga mengancam meningkatkan pasokan melalui produksi yang lebih tinggi, menimbulkan risiko penurunan lebih lanjut terhadap harga minyak mentah.
Selama kampanye, Trump berjanji menurunkan harga energi dengan meningkatkan produksi minyak, dengan mengatakan, "Kami akan frack, frack, frack dan bor, sayang, bor," pada rapat umum bulan lalu. Diketauhi produksi minyak AS sudah berada pada level tertinggi sepanjang masa, mencapai 13,4 juta barel per hari pada bulan Agustus untuk rekor bulanan baru.
Analis Goldman Sachs memperkirakan, masih ada beberapa kenaikan dalam jangka pendek. Para analis yang dipimpin oleh Daan Struyven memperkirakan, harga Brent akan naik menjadi USD83 pada pertengahan 2025, dengan catatan pasokan minyak Iran turun di tengah penegakan sanksi yang lebih ketat.
Pekan lalu, ahli strategi Bank of America, Francisco Blanch mengatakan, tarif yang diusulkan Presiden terpilih kemungkinan akan mengekang perdagangan global dan memicu perang dagang, meredam permintaan dan harga.
"Amerika first berarti komoditas kedua," kata Blanch dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television.
Sentuhan regulasi Trump yang lebih ringan dan sikap pro-bahan bakar fosil juga mengancam meningkatkan pasokan melalui produksi yang lebih tinggi, menimbulkan risiko penurunan lebih lanjut terhadap harga minyak mentah.
Selama kampanye, Trump berjanji menurunkan harga energi dengan meningkatkan produksi minyak, dengan mengatakan, "Kami akan frack, frack, frack dan bor, sayang, bor," pada rapat umum bulan lalu. Diketauhi produksi minyak AS sudah berada pada level tertinggi sepanjang masa, mencapai 13,4 juta barel per hari pada bulan Agustus untuk rekor bulanan baru.
Analis Goldman Sachs memperkirakan, masih ada beberapa kenaikan dalam jangka pendek. Para analis yang dipimpin oleh Daan Struyven memperkirakan, harga Brent akan naik menjadi USD83 pada pertengahan 2025, dengan catatan pasokan minyak Iran turun di tengah penegakan sanksi yang lebih ketat.
Lihat Juga :