Mengenal 13 Negara Mitra BRICS, Ada 4 Wakil Asia Tenggara

Senin, 25 November 2024 - 14:39 WIB
loading...
A A A
Hingga Oktober 2024, Vietnam menjadi salah satu negara dari 4 wakil Asia Tenggara yang menjadi negara mitra BRICS.

4. Thailand

Menteri Luar Negeri Maris Sangiampongsa, yang mewakili Thailand pada pertemuan tersebut, memiliki harapan serupa dengan mengatakan, anggota BRICS memiliki potensi ekonomi yang tinggi.

"Thailand melihat bahwa jika kita dapat menjadi anggota dan bekerja dengan negara-negara BRICS, peran Thailand akan menjadi lebih jelas dan kita akan dapat melindungi kepentingan kita. Baik sebagai negara berkembang maupun ekonomi berkembang," kata Maris kepada wartawan setelah KTT.

Dia mencatat, bahwa keputusan untuk bergabung dengan BRICS tidak boleh dilihat sebagai Thailand – sekutu lama Amerika Serikat – telah berpihak pada Rusia, India dan China maupun negara-negara lain.

"Thailand memiliki karakteristik khusus – kami bersahabat dengan semua negara dan tidak bermusuhan. Kita bisa menjadi jembatan yang menghubungkan dengan negara-negara berkembang, dengan anggota BRICS, dan juga dapat membantu menghubungkan BRICS dengan kelompok lain," bebernya.

5. Aljazair

Pada 2023, keanggotaan BRICS telah menjadi prioritas diplomasi Aljazair di tengah pergolakan ekonomi global, terutama akibat perang di Ukraina. Keinginan bergabung dengan BRICS, melihat sejarah panjang dalam hubungan Aljazair dengan China.

Aljazair dan China sudah menjadi mitra strategis sejak 2014, dengan beberapa komitmen dalam pengembangan kerja sama di sektor ekonomi, perdagangan, energi, ruang angkasa, dan kesehatan hingga serangkaian proyek infrastruktur.

6. Belarus

Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko mengatakan, bahwa negaranya siap untuk menjadi "anggota aktif" dari kelompok negara-negara BRICS.

"Kami sepenuhnya berbagi filosofi BRICS. Belarus datang kepada Anda dengan ide-ide dan proyek khusus," kata Lukashenko pada KTT tahunan BRICS di kota Kazan.

"Kami siap untuk menjadi anggota aktif," tegasnya.

Menteri Luar Negeri Belarusia, Maxim Ryzhenkov mengatakan bulan Oktober bahwa dia mengharapkan KTT BRICS di Kazan untuk menyetujui proposal keanggotaan Minsk. Hingga pada akhir KTT BRICS di Kazan, Belarus menjadi salah satu dari negara mitra BRICS.

7. Bolivia

Negara-negara anggota BRICS telah menyetujui penerimaan Bolivia sebagai negara mitra, Presiden Bolivia Luis Arce mengatakan, "Negara Plurinasional Bolivia mengambil langkah mendasar menuju masuknya BRICS, setelah diberitahu tentang penerimaan negara-negara anggota untuk menjadi negara asosiasi," kata Arce di Telegram.

Dia menambahkan, bahwa langkah ini menandai pencapaian signifikan dalam kebijakan luar negeri Bolivia, dengan hasil yang diharapkan bersifat multidimensi. Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyebutkan bahwa negara-negara anggota BRICS telah menyetujui daftar negara mitra selama KTT yang diadakan di Kazan, Rusia.

Arce menggambarkan, langkah itu sebagai "pencapaian kebijakan luar negeri yang paling penting" dari pemerintahannya. Hubungan yang lebih dekat dengan BRICS akan memungkinkan Bolivia untuk "mempercepat mencapai tujuannya dalam pertumbuhan ekonomi, industrialisasi dan redistribusi pendapatan," katanya.

Menurut presiden, Bolivia berharap bisa menjadi anggota penuh kelompok tersebut. BRICS "berkontribusi untuk memperkuat tatanan dunia multipolar baru berdasarkan persaudaraan, inklusivitas, kerja sama dan saling menguntungkan, menghormati kedaulatan dan penentuan nasib sendiri rakyat," katanya.

Bolivia mengumumkan aspirasinya untuk bergabung dengan kelompok negara berkembang itu sejak Juni lalu, sebelum akhirnya diterima sebagai negara mitra.

8. Kuba

Sebelum resmi bergabung sebagai negara mitra BRICS, Direktur Jenderal Divisi Umum Urusan Bilateral Kementerian Luar Negeri Kuba, Carlos Pereira menerangkan, Kuba telah mengajukan permintaan resmi untuk dimasukkan ke dalam BRICS sebagai negara mitra dalam sebuah pesan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin.

"Kuba telah mengajukan permintaan resmi untuk bergabung dengan BRICS sebagai negara mitra dalam sebuah surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin yang merupakan ketua kelompok yang mengkonsolidasikan politik global dan harapan Global South sebagai pemain kunci," kata diplomat senior Kuba itu dalam sebuah pernyataan di X (dulunya Twitter).

Karena bobot politik, ekonomi, dan demografisnya, BRICS diyakini telah muncul sebagai aktor fundamental dari relevansi, otoritas, dan kepemimpinan yang berkembang dalam lanskap geopolitik global dan harapan nyata bagi negara-negara Selatan dalam jalur kompleks mereka untuk mencapai tatanan internasional yang lebih adil, lebih demokratis, adil, dan berkelanjutan.

Delegasi Kuba saat KTT BRICS menyatakan, penolakan keras terhadap setiap upaya untuk memaksakan apa yang disebut tatanan internasional "berbasis aturan", sebagai alternatif Hukum Internasional, yang norma dan prinsipnya mendasari hubungan internasional.

9. Kazakhstan

Sebelum KTT tepatnya pada Rabu (16/10/2024), Juru Bicara Kepresidenan Kazakhstan Berik Uali mengungkapkan penolakan bergabung dalam BRICS setelah menerima proposal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Rekomendasi
Formula 1 Hungarian...
Formula 1 Hungarian Grand Prix 2026: Jadwal Lengkap dan Link Streaming di VISION+
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
Road To Kilau Raya MNCTV...
Road To Kilau Raya MNCTV Siap Ajak Warga Klaten Joget dan Nyanyi Lagu-Lagu Viral
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Infografis
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved