PLN EPI Strategikan Perubahan Energi untuk Net Zero Emission
Selasa, 26 November 2024 - 07:50 WIB
loading...
A
A
A
"Transformasi ini akan didorong oleh sejumlah langkah strategis dan inovatif yang telah dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, serta menurunkan emisi karbon secara signifikan,"jelas Eko.
Eko menambahkan, PLN juga memanfaatkan Program Coal Blending dan Coal Switching Batubara untuk mengoptimalkan penggunaan batubara yang lebih efisien. "Program ini bertujuan untuk mencampurkan batubara dengan kualitas yang berbeda sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap. Dengan cara ini, PLN dapat memastikan pasokan energi tetap stabil dan efisien, sambil mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan batu bara,"paparnya.
Namun, imbuh dia, meski fokus PLN adalah energi terbarukan, batu bara masih menjadi tulang punggung sistem kelistrikan nasional pada masa transisi. "Pada Tahun 2024, kebutuhan batu bara untuk PLN dan produsen listrik independen diperkirakan mencapai 167,98 juta ton, dan meningkat 4% menjadi 174,66 juta ton pada Tahun 2025," ujarnya.
Baca Juga: Khamenei: ICC Tak Cukup Menangkap, tapi Harus Menghukum Mati Netanyahu!
Penggunaan batu bara, lanjut dia, akan terus menurun mulai 2030 hingga hanya menyumbang 8% dari bauran energi pada 2060. Namun, kata dia, batu bara masih berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi saat ini. "Tapi kami juga berkomitmen untuk secara bertahap melakukan transisi menuju energi bersih seiring berjalannya waktu,"ujar Eko.
Eko menambahkan, PLN juga memanfaatkan Program Coal Blending dan Coal Switching Batubara untuk mengoptimalkan penggunaan batubara yang lebih efisien. "Program ini bertujuan untuk mencampurkan batubara dengan kualitas yang berbeda sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap. Dengan cara ini, PLN dapat memastikan pasokan energi tetap stabil dan efisien, sambil mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan batu bara,"paparnya.
Namun, imbuh dia, meski fokus PLN adalah energi terbarukan, batu bara masih menjadi tulang punggung sistem kelistrikan nasional pada masa transisi. "Pada Tahun 2024, kebutuhan batu bara untuk PLN dan produsen listrik independen diperkirakan mencapai 167,98 juta ton, dan meningkat 4% menjadi 174,66 juta ton pada Tahun 2025," ujarnya.
Baca Juga: Khamenei: ICC Tak Cukup Menangkap, tapi Harus Menghukum Mati Netanyahu!
Penggunaan batu bara, lanjut dia, akan terus menurun mulai 2030 hingga hanya menyumbang 8% dari bauran energi pada 2060. Namun, kata dia, batu bara masih berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi saat ini. "Tapi kami juga berkomitmen untuk secara bertahap melakukan transisi menuju energi bersih seiring berjalannya waktu,"ujar Eko.
Lihat Juga :