Dedolarisasi Rusia dan Iran Sudah 100%, Berdagang Pakai Rubel dan Rial

Selasa, 26 November 2024 - 09:01 WIB
loading...
Dedolarisasi Rusia dan...
Rusia dan Iran telah meninggalkan sepenuhnya penggunaan dolar AS (Amerika Serikat) dalam perdagangan bilateral, dan beralih ke mata uang nasional mereka. Foto/Dok
A A A
TEHERAN - Rusia dan Iran telah meninggalkan sepenuhnya penggunaan dolar AS (Amerika Serikat) dalam perdagangan bilateral, dan beralih ke mata uang nasional mereka. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral Iran (CBI) Mohammad-Reza Farzin seperti dilaporkan media lokal.

Kepala CBI menyampaikan pernyataan ini dalam Konferensi ke-11 tentang Sistem Perbankan dan Pembayaran Modern di Teheran pada hari Senin (25/11) waktu setempat. Dia mengatakan, langkah dedolarisasi ini merupakan bagian dari rencana untuk melawan " sanksi yang tidak adil."

Baca Juga: Upaya Dedolarisasi BRICS Diramal Bisa Berakhir Mulai Tahun Depan

"Kami telah menandatangani perjanjian mata uang dengan Rusia dan meninggalkan dolar. Sekarang kami hanya memperdagangkan rubel dan rial," kata Farzin seperti dikutip oleh Fars News.

Kedua negara telah sepenuhnya beralih ke mata uang nasional mereka dalam perdagangan.

Bos bank sentral Iran juga mengungkapkan, bahwa otoritas keuangan kedua negara telah menyetujui nilai tukar yang akan digunakan untuk transaksi perdagangan luar negeri.

Iran dan Rusia seperti diketahui keduanya sedang dikenakan sanksi AS, dan pertama kalinya rencana untuk menggunakan mata uang nasional masing-masing alih-alih greenback dalam perdagangan antar kedua negara, disampaikan pada Juli 2022.

Pada Desember lalu, Iran dan Rusia menyelesaikan kesepakatan untuk memakai rubel dan rial dalam perdagangan. Sebagai bagian dari aturan, bank dan pengusaha diizinkan untuk menggunakan platform keuangan dan perbankan alternatif, seperti sistem pesan uang non-SWIFT.

Farzin menyampaikan di awal bulan ini bahwa Moskow dan Teheran telah secara resmi menyelesaikan pemasangan sistem pembayaran nasional mereka, yang akan memungkinkan pelancong dari kedua negara untuk menggunakan kartu debit domestik mereka untuk pembelian di Iran atau Rusia.

Teheran pada akhirnya dapat mulai menggunakan sistem pembayaran Mir Rusia untuk transaksi dengan mitra internasional lainnya, katanya.

Pada hari Senin, kepala CBI memuji hubungan antara Mir Rusia dan sistem perbankan Shetab Iran sebagai pencapaian lain untuk mengembangkan interaksi perbankan. Moskow dan Teheran terus memperkuat hubungan sebagai bentuk perlawanan terhadap sanksi Barat, dengan meningkatkan kerja sama perdagangan dan keuangan.

Baca Juga: Putin Cs Terpecah Soal Dedolarisasi, KTT BRICS Berakhir Tanpa Mata Uang Baru

Kremlin mengatakan, pada bulan Oktober bahwa volume perdagangan bilateral tumbuh sebesar 12,4% dalam delapan bulan pertama tahun ini saja, setelah pada tahun 2023 tercatat lebih dari USD4 miliar.

Menurut Farzin, Iran juga telah melakukan upaya untuk meningkatkan perdagangan dan kerja sama dalam blok ekonomi BRICS. Pada bulan Januari, Iran secara resmi bergabung dengan kelompok tersebut – yang awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan – bersama dengan Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Rekomendasi
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved