Proyeksi Keuangan Pertamina di Akhir Tahun 2020
Senin, 31 Agustus 2020 - 14:50 WIB
loading...
Memasuki semester kedua 2020, kinerja operasional PT Pertamina (Persero) secara keseluruhan menunjukkan tren yang positif. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Memasuki semester kedua 2020, kinerja operasional PT Pertamina (Persero) secara keseluruhan menunjukkan tren yang positif. Pada Juli 2020, Pertamina mencatat volume penjualan seluruh produk sebesar 6,9 juta Kilo Liter (KL) atau meningkat 5% dibandingkan Juni 2020 yang mencapai 6,6 juta KL.
(Baca Juga: Penjualan BBM Mulai Ngebul, Permintaan Bahan Bakar Naik 17% Sejak Juli )
Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan dari sisi nilai penjualan, pada Juli berada di kisaran USD 3,2 miliar atau terjadi kenaikan sebesar 9% dari bulan sebelumnya yang mencapai USD2,9 miliar. "Akhir tahun proyeksi positif," kata Fajriah dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2020).
Menurut dia, salah satu guncangan yang dialami pada masa pandemi Covid-19 adalah penurunan permintaan BBM. Namun, kini seiring pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru dan pergerakan perekonomian nasional, tren penjualan Pertamina pun mulai merangkak naik.
"Kinerja kumulatif Juli juga sudah mengalami kemajuan dan lebih baik dari kinerja kumulatif bulan sebelumnya," ujarnya.
(Baca Juga: Penjualan BBM Mulai Ngebul, Permintaan Bahan Bakar Naik 17% Sejak Juli )
Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan dari sisi nilai penjualan, pada Juli berada di kisaran USD 3,2 miliar atau terjadi kenaikan sebesar 9% dari bulan sebelumnya yang mencapai USD2,9 miliar. "Akhir tahun proyeksi positif," kata Fajriah dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2020).
Menurut dia, salah satu guncangan yang dialami pada masa pandemi Covid-19 adalah penurunan permintaan BBM. Namun, kini seiring pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru dan pergerakan perekonomian nasional, tren penjualan Pertamina pun mulai merangkak naik.
"Kinerja kumulatif Juli juga sudah mengalami kemajuan dan lebih baik dari kinerja kumulatif bulan sebelumnya," ujarnya.
Lihat Juga :