Utang Global Tembus Rekor Baru Capai USD253 Triliun

Rabu, 15 Januari 2020 - 06:14 WIB
Utang Global Tembus...
Utang Global Tembus Rekor Baru Capai USD253 Triliun
A A A
LONDON - Tingkat utang global mencapai rekor tertinggi pada akhir September 2019 dengan total mencapai USD253 triliun dan diyakini bakal terus tumbuh, seperti disampaikan oleh Institute of International Finance (IIF) dalam laporan penelitian terbaru. Total utang di seluruh dunia mendekati rekor baru pada kuartal ketiga 2019 terutama didorong oleh pinjaman yang lebih tinggi oleh pemerintah dan korporasi non-keuangan.

Sebelumnya pada akhir kuartal kedua 2019, tercatat utang global berada di posisi USD250 triliun atau sekitar Rp3,5 juta triliun (estimasi kurs Rp14.000/dolar). Sehingga nilai total utang global pada kuartal ketiga tahun lalu mengalami peningkatan.

"Hal ini didorong oleh suku bunga rendah dan kondisi keuangan yang longgar, kami memperkirakan bahwa total utang global akan melebihi USD257 triliun pada kuartal pertama 2020, terutama didorong oleh utang sektor non-keuangan," kata IIF dalam laporannya.

(Baca Juga: Gelombang Utang Negara Berkembang Mencemaskan)

IIF merupakan asosiasi lembaga keuangan yang muncul setelah krisis utang tahun 1980-an mengungkapkan, tren suku bunga rendah di seluruh dunia semakin membuat semuanya lebih mudah dan lebih menarik bagi orporasi, individu dan pemerintah untuk meminjam. Dengan demikian, kondisi tersebut menimbulkan lebih banyak utang.

Tetapi tingkat pinjaman yang lebih tinggi, semakin tinggi risiko default untuk individu, perusahaan dan pemerintah di setiap lingkungan ekonomi mungkin. Bahkan sebelumnya Bank Dunia memperingatkan dampak ‘gelombang’ akumulasi utang yang terus meningkat selama lima dekade terakhir.

Pertumbuhan Utang

Dalam hal utang pemerintah, Amerika Serikat (AS) dan Australia mencapai level tertinggi sepanjang masa pada kuartal ketiga 2019, kata IIF. Institut juga mencatat bahwa pertumbuhan utang China juga menanjak, setelah sempat mengalami penyusutan pada periode sebelumnya.

"Setelah kemunduran yang ditandai pada periode 2017/18 selama push besar untuk deleveraging, akumulasi utang di China meningkat lagi pada 2019, terutama di sektor non-keuangan korporasi," kata laporan itu.

Perusahaan Cina dan utang rumah tangga telah menjadi perhatian bagi beberapa ekonom, yang berpendapat bahwa tingkat pinjaman China telah meningkat pada kecepatan yang tidak berkelanjutan yang dapat menyebabkan masalah keuangan untuk ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Sementara yang lain berpendapat bahwa karena sebagian besar utang China adalah milik negara.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Diprediksi...
Indonesia Diprediksi Bakal Masuk Jebakan Utang Semakin Dalam
Pria di Bogor Diculik...
Pria di Bogor Diculik Gegara Utang Rp200 Juta
Polemik Utang Pemerintah,...
Polemik Utang Pemerintah, Mahfud MD Undang Jusuf Hamka
10 Negara dengan Utang...
10 Negara dengan Utang China Terbesar, Indonesia Urutan Berapa?
Penagih Hutang Rampas...
Penagih Hutang Rampas Kunci Mobil Seorang Anggota TNi
Tagihan Utang Bangun...
Tagihan Utang Bangun Infrastruktur Kabel Optik Nunggak, Bina Nusantara Perkasa Kolaps
Berita Terkini
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
11 menit yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
8 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
9 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
9 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
9 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
10 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Menolak Bayar...
Ukraina Menolak Bayar Utang Rp5.705 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved