alexametrics

PLN-Masdar Teken Jual-Beli Listrik PLTS Terapung Cirata 145 MW

loading...
PLN-Masdar Teken Jual-Beli Listrik PLTS Terapung Cirata 145 MW
Penandatanganan PPA antara PLN dengan Konsorsium PT PJBI-Masdar untuk PLTS Terapung Cirata 145 MW di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dan CEO Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi, Direktur Utama PT PJB Investasi (PT PJBI) Gunawan Yudhi Haryanto telah menandatangani kontrak jual-beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) antara PLN dengan Konsorsium PT PJBI-Masdar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Cirata, Jawa Barat, berkapasitas 145 MW.

Penandatanganan ini disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nasional (BKPM) Bahlil Lahadalia, Duta Besar Uni Emirat Arab Husin Bagis, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, dan Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) Iwan Agung Firstantara sebagai induk perusahaan dari PT PJBI sekaligus anak perusahaan PLN.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, PLTS Terapung di Waduk Cirata yang berkapasitas 145 MW AC ini akan dimulai konstruksinya pada awal 2021. "Ini adalah PLTS Terapung pertama di Indonesia dan yang terbesar di Asia Tenggara," ungkapnya melalui keterangan tertulis, Kamis (16/1/2020).



Dalam proyek ini PT PJBI akan bekerja sama dengan Masdar yang merupakan perusahaan Uni Emirat Arab (UEA) yang dikenal sangat perhatian terhadap energi terbarukan. Tentunya, kata dia, ini sejalan dengan semangat PLN untuk mendukung Perjanjian Internasional dalam menurunkan emisi karbon sebesar 29% di Tahun 2030 yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dalam Paris Agreement Tahun 2015.
"Diharapkan proyek ini dapat menjadi pionir pengembangan PLTS Terapung yang dapat dikembangkan di waduk lain di wilayah Indonesia," tutup Zulkifli Zaini.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak