BNI Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Pelaku Usaha di Jawa Timur
Jum'at, 06 Desember 2024 - 17:34 WIB
loading...
BNI Investor Daily Round Table yang dihadiri para pelaku usaha di Surabaya, Kamis (5/12/2024). FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) atau BNI menegaskan perannya sebagai agen pembangunan, dengan upaya nyata mendukung pertumbuhan ekonomi serta perkembangan pelaku usaha di Jawa Timur (Jatim).Upaya tersebut dinilai penting untuk memaksimalkan potensi daerah Jawa Timur yangmemiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
BNI bekerja sama dengan B-Universe dalam BNI Investor Daily Round Table, rangkaian acara dari BNI Investor Daily Summit yang digelar Oktober 2024 lalu, mengundang para pelaku usaha dalam diskusi yang digelar di Surabaya, Kamis (5/12) lalu. Dalam diskusi tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 Emil Dardak menjadi narasumber, dipandu oleh Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita.
Baca Juga: Harga Bitcoin Cetak Rekor Rp1,6 Miliar, Tonggak Sejarah Baru Aset Kripto
Dalam diskusi yang mengangkat tema "Membangun Masa Depan Ekonomi Jawa Timur Melalui Investasi" ini, Emil memaparkan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi Jawa Timur, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti KEK Singhasari, KEK Gresik, dan KEK Sidoarjo. Emil menegaskan pentingnya optimalisasi konektivitas dan pengembangan infrastruktur sebagai kunci penggerak ekonomi Jawa Timur.
"Pelabuhan-pelabuhan strategis seperti Tanjung Perak dan Probolinggo, serta keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Gresik, Singhasari, dan Sidoarjo, harus dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak investasi. Dengan terus mengembangkan konektivitas antarwilayah, kami berharap dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo," ujar Emil dalam keterangannya, Jumat (6/12/2024).
Merujuk laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur tercatat menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa pada triwulan III-2024, dengan kontribusi mencapai 25,55% setelah DKI Jakarta dengan kontribusi mencapai 29,08%. Ekonomi Jawa Timur tumbuh 4,91% secara tahunan (YoY) dan 1,72% secara kuartalan (QoQ), berkat keberagaman sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan industri pengolahan.
Baca Juga: 2 Negara yang Ingin Indonesia Segera Masuk BRICS, Siapa Saja Itu?
BNI bekerja sama dengan B-Universe dalam BNI Investor Daily Round Table, rangkaian acara dari BNI Investor Daily Summit yang digelar Oktober 2024 lalu, mengundang para pelaku usaha dalam diskusi yang digelar di Surabaya, Kamis (5/12) lalu. Dalam diskusi tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 Emil Dardak menjadi narasumber, dipandu oleh Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita.
Baca Juga: Harga Bitcoin Cetak Rekor Rp1,6 Miliar, Tonggak Sejarah Baru Aset Kripto
Dalam diskusi yang mengangkat tema "Membangun Masa Depan Ekonomi Jawa Timur Melalui Investasi" ini, Emil memaparkan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi Jawa Timur, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti KEK Singhasari, KEK Gresik, dan KEK Sidoarjo. Emil menegaskan pentingnya optimalisasi konektivitas dan pengembangan infrastruktur sebagai kunci penggerak ekonomi Jawa Timur.
"Pelabuhan-pelabuhan strategis seperti Tanjung Perak dan Probolinggo, serta keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Gresik, Singhasari, dan Sidoarjo, harus dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak investasi. Dengan terus mengembangkan konektivitas antarwilayah, kami berharap dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo," ujar Emil dalam keterangannya, Jumat (6/12/2024).
Merujuk laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur tercatat menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa pada triwulan III-2024, dengan kontribusi mencapai 25,55% setelah DKI Jakarta dengan kontribusi mencapai 29,08%. Ekonomi Jawa Timur tumbuh 4,91% secara tahunan (YoY) dan 1,72% secara kuartalan (QoQ), berkat keberagaman sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan industri pengolahan.
Baca Juga: 2 Negara yang Ingin Indonesia Segera Masuk BRICS, Siapa Saja Itu?
Lihat Juga :