Keuangan Sehat, PGN Pertahankan Peringkat BBB- Outlook Stabil dari Fitch
Sabtu, 07 Desember 2024 - 06:35 WIB
loading...
PT PGN Tbk berhasil mempertahankan peringkat di level BBB- dengan outlook Stabil dari Fitch Ratings. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT PGN Tbk mempertahankan peringkat di level BBB- dengan outlook "Stabil" dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings ( Fitch ). Lembaga pemeringkat internasional tersebut juga mengafirmasi bahwa Long Term Rating PGN di posisi AA+(idn) dengan outlook "Stabil".
Manajemen menyatakan, keberhasilan perusahaan dalam menjaga kondisi kesehatan dan kestabilan keuangan adalah kunci perusahaan dapat mempertahankan peringkat internasional ini. Hingga sembilan bulan tahun 2024, pendapatan konsolidasian PGN tercatat mencapai USD2.817 juta, meningkat 5% dari periode yang sama tahun lalu yaitu USD2.691 juta.
Baca Juga: PGN LNG Indonesia Cetak Rekor Penyaluran Gas Tertinggi di 2024
"Dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan rencana investasi di tengah dinamika perekonomian nasional dan global, maka sampai dengan September 2024 pencapaian belanja modal PGN mencapai USD157 juta, di mana 59% penyerapan oleh segmen downstream dan lainnya. Sedangkan 41% diserap oleh segmen hulu,"ungkap Direktur Keuangan PGN Fadjar Harianto Widodo dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (7/12/2024).
Dia menjelaskan, dari sisi kontribusi pendapatan, segmen bisnis niaga dan transmisi gas masih menjadi kontributor terbesar pendapatan konsolidasian PGN yaitu sebesar 74%. Kemudian segmen bisnis hulu 9% dan dari segmen bisnis lainnya sebesar 17%. Beban pokok pendapatan naik sebesar 3% menjadi USD2.229 juta yang dikontribusikan terutama dari biaya atas pasokan gas, beban niaga dan infrastruktur.
Manajemen menyatakan, keberhasilan perusahaan dalam menjaga kondisi kesehatan dan kestabilan keuangan adalah kunci perusahaan dapat mempertahankan peringkat internasional ini. Hingga sembilan bulan tahun 2024, pendapatan konsolidasian PGN tercatat mencapai USD2.817 juta, meningkat 5% dari periode yang sama tahun lalu yaitu USD2.691 juta.
Baca Juga: PGN LNG Indonesia Cetak Rekor Penyaluran Gas Tertinggi di 2024
"Dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan rencana investasi di tengah dinamika perekonomian nasional dan global, maka sampai dengan September 2024 pencapaian belanja modal PGN mencapai USD157 juta, di mana 59% penyerapan oleh segmen downstream dan lainnya. Sedangkan 41% diserap oleh segmen hulu,"ungkap Direktur Keuangan PGN Fadjar Harianto Widodo dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (7/12/2024).
Dia menjelaskan, dari sisi kontribusi pendapatan, segmen bisnis niaga dan transmisi gas masih menjadi kontributor terbesar pendapatan konsolidasian PGN yaitu sebesar 74%. Kemudian segmen bisnis hulu 9% dan dari segmen bisnis lainnya sebesar 17%. Beban pokok pendapatan naik sebesar 3% menjadi USD2.229 juta yang dikontribusikan terutama dari biaya atas pasokan gas, beban niaga dan infrastruktur.
Lihat Juga :