Geger Pasokan Minyak, Uni Eropa Gagal Sepakati Sanksi Baru ke Rusia
Minggu, 08 Desember 2024 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Reuters, Praha mengatakan bahwa mereka tidak perlu memperpanjang perjanjian tersebut selama lebih dari enam bulan karena mereka sedang bersiap untuk beralih ke pipa, yang ditingkatkan dari Italia ke Jerman. Namun, Bratislava menginginkan perpanjangan waktu yang lebih lama.
Baca Juga: Takut Ancaman Tarif 100% Trump, India Mundur dari Dedolarisasi
Melansir dari Russian Today, para pejabat Ukraina yang terlibat dalam penyusunan sanksi-sanksi tersebut mengatakan bulan lalu bahwa mereka akan menargetkan 50 individu dan juga 30 badan hukum dari setidaknya delapan negara. Serbia, Iran, China, India, UEA dan Thailand disebut-sebut sebagai negara-negara yang membantu Rusia mendapatkan komponen-komponen penting untuk industri militernya.
Ukraina juga mengatakan bahwa sanksi-sanksi tersebut akan menargetkan “para pejabat Korea Utara yang terlibat dalam pengiriman pasukan ke Rusia.” Kiev menuduh Pyongyang mengirim lebih dari 10.000 tentara untuk membantu Moskow, tetapi tidak memberikan bukti keberadaan mereka.
Baca Juga: Takut Ancaman Tarif 100% Trump, India Mundur dari Dedolarisasi
Melansir dari Russian Today, para pejabat Ukraina yang terlibat dalam penyusunan sanksi-sanksi tersebut mengatakan bulan lalu bahwa mereka akan menargetkan 50 individu dan juga 30 badan hukum dari setidaknya delapan negara. Serbia, Iran, China, India, UEA dan Thailand disebut-sebut sebagai negara-negara yang membantu Rusia mendapatkan komponen-komponen penting untuk industri militernya.
Ukraina juga mengatakan bahwa sanksi-sanksi tersebut akan menargetkan “para pejabat Korea Utara yang terlibat dalam pengiriman pasukan ke Rusia.” Kiev menuduh Pyongyang mengirim lebih dari 10.000 tentara untuk membantu Moskow, tetapi tidak memberikan bukti keberadaan mereka.
(nng)
Lihat Juga :