Bos Nvidia Investasi AI di Vietnam Rp3 Triliun, Datang ke Indonesia Cuma Isi Forum
Minggu, 08 Desember 2024 - 10:33 WIB
loading...
CEO Nvidia, Jensen Huang. FOTO/AP
A
A
A
JAKARTA - Produsen chip asal Amerika Serikat (AS), Nvidia , telah menandatangani perjanjian dengan Pemerintah Vietnam untuk mendirikan pusat penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) di negara Asia Tenggara tersebut. Sebuah pusat data AI terpisah, juga akan dikembangkan oleh perusahaan telekomunikasi milik militer, Viettel Group dengan menggunakan teknologi Nvidia.
Kesepakatan tersebut diumumkan pada hari Kamis (5/12) dalam pertemuan antara Perdana Menteri (PM) Vietnam, Pham Minh Chinh, dan CEO Nvidia, Jensen Huang, di Hanoi. The Business Times melaporkan raksasa teknologi AS ini juga telah menyelesaikan akuisisi VinBrain, sebuah perusahaan teknologi kesehatan AI yang berbasis di Hanoi yang didukung oleh konglomerat swasta terbesar di Vietnam, Vingroup.
Baca Juga: Bukan di Indonesia, Nvidia Justru Bangun Pusat Penelitian dan Data AI di Vietnam
Selama kuartal terakhir, Vingroup telah mengurangi kepemilikan ekuitasnya di VinBrain, dari sekitar 49,7% pada kuartal kedua menjadi 18,2% pada kuartal ketiga tahun ini. Sejak kunjungan pertama Huang ke Vietnam pada Desember lalu, Nvidia telah mengumumkan kemitraan dengan berbagai perusahaan teknologi terkemuka di negara Asia Tenggara tersebut. Kesepakatan tersebut termasuk untuk mengembangkan pabrik AI senilai USD200 juta atau setara Rp3 triliun di Vietnam dengan FPT perusahaan teknologi yang berbasis di Hanoi.
Pabrik ini akan menerima 127 sistem server Nvidia HGX H100 bulan ini untuk melengkapi fasilitas AI-nya, setelah menerima lampu hijau dari pihak berwenang AS, kepala eksekutif FPT Smart Cloud Le Hong Viet mengatakan kepada The Business Times dalam sebuah wawancara di bulan November.
Kesepakatan tersebut diumumkan pada hari Kamis (5/12) dalam pertemuan antara Perdana Menteri (PM) Vietnam, Pham Minh Chinh, dan CEO Nvidia, Jensen Huang, di Hanoi. The Business Times melaporkan raksasa teknologi AS ini juga telah menyelesaikan akuisisi VinBrain, sebuah perusahaan teknologi kesehatan AI yang berbasis di Hanoi yang didukung oleh konglomerat swasta terbesar di Vietnam, Vingroup.
Baca Juga: Bukan di Indonesia, Nvidia Justru Bangun Pusat Penelitian dan Data AI di Vietnam
Selama kuartal terakhir, Vingroup telah mengurangi kepemilikan ekuitasnya di VinBrain, dari sekitar 49,7% pada kuartal kedua menjadi 18,2% pada kuartal ketiga tahun ini. Sejak kunjungan pertama Huang ke Vietnam pada Desember lalu, Nvidia telah mengumumkan kemitraan dengan berbagai perusahaan teknologi terkemuka di negara Asia Tenggara tersebut. Kesepakatan tersebut termasuk untuk mengembangkan pabrik AI senilai USD200 juta atau setara Rp3 triliun di Vietnam dengan FPT perusahaan teknologi yang berbasis di Hanoi.
Pabrik ini akan menerima 127 sistem server Nvidia HGX H100 bulan ini untuk melengkapi fasilitas AI-nya, setelah menerima lampu hijau dari pihak berwenang AS, kepala eksekutif FPT Smart Cloud Le Hong Viet mengatakan kepada The Business Times dalam sebuah wawancara di bulan November.
Lihat Juga :