Pemerintah Diminta Prioritaskan Industri Galangan Kapal Nasional
Kamis, 12 Desember 2024 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza memberikan tantangan kepada industri galangan kapal anggota Iperindo untuk meningkatkan konstribusi industri terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 1% guna menopang pertumbuhan ekonomi 8% yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto.
Dia menjelaskan konstribusi industri galangan kapal saat ini masih sangat kecil terhadap PDB, yakni hanya 0,69%. Makanya, industri perkapalan nasional harus menjadi salah satu konsen pemerintah untuk menopang target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan.
"Dari angka konstribusi 0,69% pada tahun 2023, kita harus hitung investasi yang diperlukan untuk meningkatkan menjadi 1%. Skema pembiayaan dan nilai investasinya berapa serta apa saja regulasi yang dibutuhkan dan harus disiapkan," ujar Faisol.
Ketua Dewan Pembina Iperindo Bambang Harjo mengungkap, tidak kurang dari 190.000 unit kapal pada pelayaran global yang melintasi perairan Indonesia setiap tahun melalui jalur ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia). Potensi tersebut baru bisa ditangkap oleh galangan kapal Singapura, Malaysia, Vietnam dan sebagian kecil oleh galanga Batam. "Indonesia harus bisa ambil peluang itu dengan mengembangkan galangan kapal lebih optimal," jelasnya.
Baca Juga: Kapal OPV, Bukti Kapasitas Industri Pertahanan Swasta
Dia menjelaskan konstribusi industri galangan kapal saat ini masih sangat kecil terhadap PDB, yakni hanya 0,69%. Makanya, industri perkapalan nasional harus menjadi salah satu konsen pemerintah untuk menopang target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan.
"Dari angka konstribusi 0,69% pada tahun 2023, kita harus hitung investasi yang diperlukan untuk meningkatkan menjadi 1%. Skema pembiayaan dan nilai investasinya berapa serta apa saja regulasi yang dibutuhkan dan harus disiapkan," ujar Faisol.
Ketua Dewan Pembina Iperindo Bambang Harjo mengungkap, tidak kurang dari 190.000 unit kapal pada pelayaran global yang melintasi perairan Indonesia setiap tahun melalui jalur ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia). Potensi tersebut baru bisa ditangkap oleh galangan kapal Singapura, Malaysia, Vietnam dan sebagian kecil oleh galanga Batam. "Indonesia harus bisa ambil peluang itu dengan mengembangkan galangan kapal lebih optimal," jelasnya.
Baca Juga: Kapal OPV, Bukti Kapasitas Industri Pertahanan Swasta
Lihat Juga :