Melawan Tarif Trump Bakal Membuat China Jatuh Makin Jauh ke Dalam Utang
Jum'at, 13 Desember 2024 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka pada umumnya telah berdamai dengan fakta bahwa rasio utang terhadap PDB akan meningkat lebih jauh," kata Christopher Beddor, Wakil Direktur Riset China di Gavekal Dragonomics.
Ia juga menambahkan bahwa ini bukan lagi "kendala yang mengikat."
Tidak jelas berapa banyak pelonggaran moneter yang dapat diterapkan bank sentral dan berapa banyak lagi utang yang dapat dikeluarkan kementerian keuangan tahun depan. Tetapi para analis mengatakan, hal itu menguntungkan Beijing.
Presiden terpilih AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, setelah mengancam menerapkan tarif lebih dari 60% pada impor barang-barang asal China.
"Mereka bersedia melakukan 'apa pun yang diperlukan' untuk mencapai target PDB," kata Larry Hu, kepala ekonom China di Macquarie.
"Tapi mereka akan melakukannya dengan cara yang reaktif. Berapa banyak yang akan mereka lakukan pada tahun 2025 akan tergantung pada dua hal: target PDB mereka dan tarif AS yang baru," kata Hu.
Pertumbuhan tahun depan 2025, defisit anggaran, dan target lainnya akan dibahas - tetapi tidak diumumkan - dalam beberapa hari mendatang pada pertemuan tahunan para pemimpin Partai Komunis, yang dikenal sebagai Konferensi Kerja Ekonomi Pusat (CEWC).
Ia juga menambahkan bahwa ini bukan lagi "kendala yang mengikat."
Tidak jelas berapa banyak pelonggaran moneter yang dapat diterapkan bank sentral dan berapa banyak lagi utang yang dapat dikeluarkan kementerian keuangan tahun depan. Tetapi para analis mengatakan, hal itu menguntungkan Beijing.
Presiden terpilih AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, setelah mengancam menerapkan tarif lebih dari 60% pada impor barang-barang asal China.
"Mereka bersedia melakukan 'apa pun yang diperlukan' untuk mencapai target PDB," kata Larry Hu, kepala ekonom China di Macquarie.
"Tapi mereka akan melakukannya dengan cara yang reaktif. Berapa banyak yang akan mereka lakukan pada tahun 2025 akan tergantung pada dua hal: target PDB mereka dan tarif AS yang baru," kata Hu.
Pertumbuhan tahun depan 2025, defisit anggaran, dan target lainnya akan dibahas - tetapi tidak diumumkan - dalam beberapa hari mendatang pada pertemuan tahunan para pemimpin Partai Komunis, yang dikenal sebagai Konferensi Kerja Ekonomi Pusat (CEWC).
Tugas Utama China
Morgan Stanley juga menerangkan, bahwa meningkatkan konsumsi akan menjadi 'tugas utama No.1 untuk tahun 2025,' meski memperingatkan bahwa "implementasi masih belum pasti."Lihat Juga :