Ekonomi Suriah Babak Belur di Bawah Rezim Bashar al-Assad, Ini Faktanya
Jum'at, 13 Desember 2024 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
Rezim Assad memutuskan untuk mengurangi pengeluarannya sebesar 87% pada 2023 dibandingkan tahun 2010 untuk menyeimbangkan anggaran. Rezim ini juga mengesahkan undang-undang untuk penghematan anggaran kepada rakyat, memperketat program subsidi pemerintah, mengurangi porsi subsidi dalam anggaran negara dari 42% menjadi 19% secara tahunan pada tahun 2023, yang menyebabkan kenaikan harga gas, minyak, dan obat-obatan bersubsidi pada Agustus 2023.
3. Produsen Utama Penjual Obat Captagon
Selain itu, Suriah menjadi produsen utama dan penjual obat Captagon yang sangat adiktif, sebuah nama merek untuk fenetilline psiko-stimulan yang dilarang, yang dilaporkan dengan pengaruh PKK/YPG. Bank Dunia memperkirakan bahwa bisnis narkoba menghasilkan pendapatan hingga USD5,6 miliar pada 2020-2023, sementara para "aktor" yang terlibat dalam penjualan Captagon disebut-sebut meraup USD1,8 miliar per tahun, atau hampir dua kali lipat dari pendapatan Suriah dari ekspor legal.
Baca Juga: Ekonomi Suriah Hancur, Sanksi dan Krisis Memperburuk Situasi
Beberapa studi mengatakan bahwa keluarga Assad diperkirakan telah mengumpulkan kekayaan sebesar USD1 miliar hingga USD2 miliar sementara masyarakat dihadapkan pada kemiskinan yang ekstrem, sementara kekayaan keluarga Assad diyakini disembunyikan di berbagai rekening bank di luar negeri.
Gambar-gambar yang beredar di dunia maya di dalam kediaman keluarga Assad, Istana Rakyat di Damaskus, dilaporkan menunjukkan kendaraan-kendaraan mewah milik presiden yang digulingkan tersebut serta barang-barang gaya hidup mewah dan barang-barang pribadi. Para ahli mengatakan bahwa pemulihan ekonomi Suriah setelah rezim Assad akan dimulai dengan dukungan dari negara-negara di wilayah tersebut, seperti Turki.
3. Produsen Utama Penjual Obat Captagon
Selain itu, Suriah menjadi produsen utama dan penjual obat Captagon yang sangat adiktif, sebuah nama merek untuk fenetilline psiko-stimulan yang dilarang, yang dilaporkan dengan pengaruh PKK/YPG. Bank Dunia memperkirakan bahwa bisnis narkoba menghasilkan pendapatan hingga USD5,6 miliar pada 2020-2023, sementara para "aktor" yang terlibat dalam penjualan Captagon disebut-sebut meraup USD1,8 miliar per tahun, atau hampir dua kali lipat dari pendapatan Suriah dari ekspor legal.
Baca Juga: Ekonomi Suriah Hancur, Sanksi dan Krisis Memperburuk Situasi
Beberapa studi mengatakan bahwa keluarga Assad diperkirakan telah mengumpulkan kekayaan sebesar USD1 miliar hingga USD2 miliar sementara masyarakat dihadapkan pada kemiskinan yang ekstrem, sementara kekayaan keluarga Assad diyakini disembunyikan di berbagai rekening bank di luar negeri.
Gambar-gambar yang beredar di dunia maya di dalam kediaman keluarga Assad, Istana Rakyat di Damaskus, dilaporkan menunjukkan kendaraan-kendaraan mewah milik presiden yang digulingkan tersebut serta barang-barang gaya hidup mewah dan barang-barang pribadi. Para ahli mengatakan bahwa pemulihan ekonomi Suriah setelah rezim Assad akan dimulai dengan dukungan dari negara-negara di wilayah tersebut, seperti Turki.
(nng)
Lihat Juga :