Ekonomi Suriah Babak Belur di Bawah Rezim Bashar al-Assad, Ini Faktanya

Jum'at, 13 Desember 2024 - 19:59 WIB
loading...
Ekonomi Suriah Babak...
Rezim Assad kehilangan kendali atas sebagian besar ladang minyak Suriah selama perang saudara. FOTO/Picture Alliance/DPA/DW
A A A
JAKARTA - Rezim Bashar al-Assad di Suriah telah memimpin perekonomian yang hancur diperburuk oleh perang saudara dimulai tahun 2011. Pemulihan ekonomi masih jauh dari harapan di tengah berbagai tantangan termasuk kemiskinan akut, penurunan produksi dan ketidakstabilan regional.

Rezim Assad yang digulingkan membuat produk domestik bruto (PDB) Suriah menyusut lebih dari 85% pada 2011-2023 menjadi USD9 miliar dan diperkirakan akan menyusut 1,5% tahun ini. Menurut lapaoran Bank Dunia (World Bank) konsumsi swasta anjlok dan 69% penduduk Suriah atau sekitar 14,5 juta orang terkena dampak kemiskinan sejak 2022.

Satu dari setiap empat orang Suriah menghadapi kemiskinan ekstrem, yang diperburuk oleh dampak gempa bumi yang menghancurkan pada Februari 2023. Berikut data dan fakta hancurnya perekonomian Suriah di bawah rezim Bashar al-Assad yang dilansir dari Anadolu Ajansi, Jumat (13/12/2024);

1. Penurunan Signifikan Produksi Energi

Kebijakan-kebijakan rezim Assad menyebabkan penurunan produksi energi yang signifikan, di mana produksi minyak Suriah turun dari 383.000 barel per hari (bph) sebelum perang saudara menjadi 90.000 barel per hari pada tahun lalu. Rezim ini juga dilaporkan mengizinkan organisasi teroris PKK/YPG untuk menduduki beberapa wilayah dengan cara menghilangkan pendapatan minyak.

Baca Juga: 3 Fasilitas yang Rusia Berikan kepada Bashar al-Assad dan Rezim Baru Suriah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
MBG Jadi Instrumen Ganda:...
MBG Jadi Instrumen Ganda: Atasi Stunting dan Tekan Beban Ekonomi Keluarga
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Rekomendasi
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Berita Terkini
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved