Ekonomi Suriah Hancur, Sanksi dan Krisis Memperburuk Situasi

Selasa, 10 Desember 2024 - 16:22 WIB
loading...
Ekonomi Suriah Hancur,...
Bendera nasional Suriah berkibar saat kendaraan melaju pelan di sebuah jembatan di Damaskus, Suriah. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Perekonomian Suriah mengalami kontraksi sebesar 85% selama hampir 14 tahun perang saudara, yang menghancurkan infrastruktur dan memicu hiperinflasi. Tantangannya sangat besar dan pemulihannya membutuhkan dukungan dari seluruh dunia.

Perekonomian Suriah bernilai USD67,5 miliar pada 2011, tahun yang sama ketika protes berskala besar meletus terhadap rezim Presiden Bashar Assad, yang memicu pemberontakan yang berujung pada perang saudara besar-besaran. Negara ini berada di posisi ke-68 di antara 196 negara dalam peringkat PDB global, setara dengan Paraguay dan Slovenia.

Menurut laporan Bank DUnia (World Bank), ekonomi Suriah jatuh ke peringkat 129 dalam daftar tersebut, setelah menyusut 85% menjadi hanya USD9 miliar. Hal ini menempatkan Suriah setara dengan negara-negara seperti Chad dan Palestina. Konflik selama hampir 14 tahun, sanksi internasional, dan eksodus 4,82 juta orang lebih dari seperlima populasi negara ini telah membawa dampak buruk bagi salah satu negara termiskin di Timur Tengah ini.

Baca Juga: Israel Invasi Suriah saat Rezim Assad Runtuh, Negara-negara Arab Marah

Berdasarkan laporan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), sejak Desember, 7 juta warga Suriah atau lebih dari 30% populasi masih mengungsi. Konflik telah menghancurkan infrastruktur negara tersebut, menyebabkan kerusakan permanen pada sistem listrik, transportasi dan kesehatan. Sejumlah kota, termasuk Aleppo, Raqqa dan Homs telah mengalami kehancuran yang meluas.

Konflik ini menyebabkan devaluasi yang signifikan pada mata uang Pound Suriah, yang menyebabkan penurunan daya beli yang sangat besar.

Tahun lalu, negara ini mengalami hiperinflasi, demikian Pusat Penelitian Kebijakan Suriah (SCPR) dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada bulan Juni. Indeks harga konsumen (IHK) meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

CPR mengatakan bahwa lebih dari separuh penduduk Suriah hidup dalam kemiskinan yang sangat parah, tidak mampu memenuhi kebutuhan makanan pokok.

Dua pilar utama ekonomi Suriah minyak dan pertanian hancur akibat perang. Pada 2010, ekspor minyak menyumbang sekitar seperempat dari pendapatan pemerintah. Produksi pangan menyumbang jumlah yang sama terhadap PDB.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
Rekomendasi
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Majelis Etik Ungkap...
Majelis Etik Ungkap Hery Susanto Perintahkan Pegawai Ombudsman Tak Sentuh Program MBG
Anwar Abbas Apresiasi...
Anwar Abbas Apresiasi Kejagung Tangkap Petinggi BGN: Bukti Hukum Tidak Pandang Bulu
Berita Terkini
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved