Demam Bitcoin, Pasar Mata Uang Kripto Diprediksi Tumbuh Rp555 Triliun di 2028

Rabu, 18 Desember 2024 - 08:19 WIB
loading...
Demam Bitcoin, Pasar...
Technavio memproyeksikan pertumbuhan pasar mata uang kripto pada 2024-2028. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Pasar kripto kompak mengalami kenaikan mendekati akhir Desember bertepatan dengan momen Santa Claus. Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan rekor tertinggi di atas USD107.000 atau lebih Rp1,7 miliar.

Ke depan, pasar mata uang kripto global diproyeksikan tumbuh sebesar USD34,5 miliar atau Rp555 triliun pada 2024-2028 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 16,64%, menurut laporan Technavio.

Baca Juga: Harga Bitcoin Cetak Rekor Baru Tembus Rp1,7 Miliar, Ini Pemicunya

Pendorong utama dari pertumbuhan ini termasuk peningkatan investasi dalam aset digital dan tren penerimaan mata uang kripto di kalangan peritel. Adopsi mata uang kripto, seperti Bitcoin dan Ether untuk transaksi keuangan, telah mendapatkan daya tarik, sebagian didorong oleh peritel besar yang mulai menerima pembayaran kripto pada tahun 2022.

Melansir dari Asian Banking & Finance, perkembangan ini secara positif mempengaruhi persepsi publik dan memperluas penggunaan mata uang kripto dalam perdagangan arus utama. Mata uang kripto memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih cepat daripada inflasi dan memberikan pilihan penghematan bagi bisnis.

Baca SINDOscope: Siap-siap PPN 12%, Beban Rakyat Makin Berat

Untuk usaha kecil dan pengecer, menerima kripto sebagai metode pembayaran alternatif dapat memberikan fleksibilitas dalam situasi dan pertumbuhan pasar yang tidak terduga. Namun, Technavio melaporkan volatilitas pasar dapat menghambat pertumbuhan.

Baca Juga: Wanita Ini Kencani Pangeran Arab Saudi, lalu Menculiknya dengan Tebusan Bitcoin Rp642 Juta

Misalnya, Bitcoin mengalami penurunan tajam 10% dalam satu hari pada Juni 2022, setelah mencapai puncaknya di USD69,000 per token pada November 2021. Tidak adanya peraturan dan biaya pada platform perdagangan berkontribusi pada volatilitas ini, yang memungkinkan mereka yang memiliki saham besar untuk memanipulasi nilai untuk mendapatkan keuntungan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Bidik Integrasi Aset...
Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Rekomendasi
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Berita Terkini
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved