alexametrics

Indef: Mempertahankan Suku Bunga Belum Menyelesaikan PR Ekonomi

loading...
Indef: Mempertahankan Suku Bunga Belum Menyelesaikan PR Ekonomi
Ilustrasi suku bunga acuan Bank Indonesia. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudisthira, menilai langkah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5%, belum menyelesaikan pekerjaan rumah pada ekonomi Indonesia.

Menurut dia, seharusnya BI bisa memberikan ruang para perbankan dalam menurunkan suku bunga kreditnya.

"Meski BI menahan suku bunga acuan tapi PR berikutnya adalah mendorong efektivitas transmisi suku bunga kredit. Kenapa bank masih lambat sesuaikan bunga kreditnya meski BI sudah beberapa kali pangkas suku bunga acuan," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (23/1/2020).



Selain itu, dia berharap agar bank sentral terus mengakomodir kebutuhan ekonomi, baik makroprudensial maupun moneter.

"Kebijakan BI harapannya kedepan bisa lebih mengakomodir sisi transmisi moneter yang efektif," jelasnya.

Pada Kamis ini, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia kembali memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada level 5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,25% dan suku bunga Lending Facility 5,75%.

Keputusan ini dengan mempertimbangkan kondisi ketidakpastian global yang sudah mereda, kondisi dalam negeri yang stabil, dimana tingkat inflasi yang terkendali dan nilai tukar rupiah yang cenderung menguat.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak