Ini Strategi Investasi TUGU di Tengah Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah
Selasa, 24 Desember 2024 - 18:49 WIB
loading...
A
A
A
Nur memberikan contoh pada kasus emiten anak BUMN Pertamina yakni PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU).
"Dengan porsi pendapatan premi dan klaim yang cukup dominan dalam USD, manajemen risiko perusahaan dalam menghadapi volatilitas nilai tukar diantaranya dilakukan dengan pendekatan natural hedging dimana sebagian aset ditempatkan dalam mata uang asing menyesuaikan dengan eksposur risiko valas di sisi liabilitas pada neraca, strategi ini cukup tepat untuk menghadapi tren depresiasi rupiah terhadap USD yang cenderung berlangsung dalam beberapa waktu terakhir," ujarnya.
Selain risiko fluktuasi nilai tukar, Nur juga mencermati adanya risiko volatilitas instrumen keuangan yang lain seperti obligasi dan saham.
"Eksposur risiko pasar TUGU khususnya pada instrument investasi sejauh ini masih cukup manageable dan masih sejalan dengan toleransi risiko Perusahaan. Untuk 2025 mereka [TUGU] masih memfokuskan penempatan investasi pada instrumen surat utang negara dengan tenor pendek hingga menengah mengingat ekpektasi trend penurunan suku bunga yang relatif terbatas kedepannya dan potensi meningkatnya supply surat utang secara umum di tahun depan," ujarnya
Selain itu, Nur melihat potensi imbal hasil yang cukup menarik pada instrumen saham, mengingat trend koreksi pasar selama tahun berjalan membawa valuasi pasar saham domestik, khususnya beberapa emiten besar dengan kinerja solid, ada pada posisi yang relatif murah secara historis.
"Dengan porsi pendapatan premi dan klaim yang cukup dominan dalam USD, manajemen risiko perusahaan dalam menghadapi volatilitas nilai tukar diantaranya dilakukan dengan pendekatan natural hedging dimana sebagian aset ditempatkan dalam mata uang asing menyesuaikan dengan eksposur risiko valas di sisi liabilitas pada neraca, strategi ini cukup tepat untuk menghadapi tren depresiasi rupiah terhadap USD yang cenderung berlangsung dalam beberapa waktu terakhir," ujarnya.
Selain risiko fluktuasi nilai tukar, Nur juga mencermati adanya risiko volatilitas instrumen keuangan yang lain seperti obligasi dan saham.
"Eksposur risiko pasar TUGU khususnya pada instrument investasi sejauh ini masih cukup manageable dan masih sejalan dengan toleransi risiko Perusahaan. Untuk 2025 mereka [TUGU] masih memfokuskan penempatan investasi pada instrumen surat utang negara dengan tenor pendek hingga menengah mengingat ekpektasi trend penurunan suku bunga yang relatif terbatas kedepannya dan potensi meningkatnya supply surat utang secara umum di tahun depan," ujarnya
Selain itu, Nur melihat potensi imbal hasil yang cukup menarik pada instrumen saham, mengingat trend koreksi pasar selama tahun berjalan membawa valuasi pasar saham domestik, khususnya beberapa emiten besar dengan kinerja solid, ada pada posisi yang relatif murah secara historis.
Lihat Juga :