Teken SHA, Bank Sultra Resmi Jadi Bank Kelima yang Ber-KUB dengan Bank Jatim
Rabu, 25 Desember 2024 - 19:12 WIB
loading...
A
A
A
Busrul juga mengatakan, KUB antara Bank Jatim dengan Bank Sultra ini merupakan suatu upaya penguatan struktur, ketahanan, dan daya saing industri perbankan yang nantinya dapat mencapai level yang lebih efisien menuju skala ekonomi yang lebih tinggi.
Sehingga ke depannya kedua belah pihak bisa menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang kompetitif di lingkup regional dan mampu memajukan pembangunan serta perekonomian di daerah masing-masing maupun skala nasional. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan memperkuat pertumbuhan bisnisnya,” ujarnya.
Hingga periode November 2024, aset Bank Jatim telah mencapai Rp109,09 triliun. Lalu penyaluran kredit berada di angka Rp63,90 triliun, Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp87,96 triliun, dan laba telah mencapai Rp1,02 triliun. “Maka dari itu, dengan semangat kolaborasi, mari kita maju bersama lewat KUB sehingga BPD bisa memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di tengah ketatnya industri perbankan nasional,” ungkapnya. Baca juga: 20 Bank Bangkrut Sepanjang 2024, Terbaru Izin Usaha BPR di Manokwari Dicabut
Kepala Biro Perekonomian Jawa Timur Muhammad Aftabuddin Rijaluzzaman menambahkan, Bank Jatim adalah salah satu ujung tombak pemprov dalam mengembangkan ekonomi di Jawa Timur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sinergi dua bank ini bukan hanya sekadar sebuah regulasi, tetapi upaya kita semua untuk bisa maju bersama, bangkit bersama, dan besar bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Sekda Sulawesi Tenggara Arsun Lio yakin, Bank Jatim dan Bank Sultra akan saling melengkapi dan memperkuat dalam berbagai aspek. Termasuk pengembangan produk kredit dan simpanan serta modernisasi sistem teknologi informasi. “Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan profitabilitas Bank Sultra,” terangnya.
Sehingga ke depannya kedua belah pihak bisa menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang kompetitif di lingkup regional dan mampu memajukan pembangunan serta perekonomian di daerah masing-masing maupun skala nasional. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan memperkuat pertumbuhan bisnisnya,” ujarnya.
Hingga periode November 2024, aset Bank Jatim telah mencapai Rp109,09 triliun. Lalu penyaluran kredit berada di angka Rp63,90 triliun, Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp87,96 triliun, dan laba telah mencapai Rp1,02 triliun. “Maka dari itu, dengan semangat kolaborasi, mari kita maju bersama lewat KUB sehingga BPD bisa memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di tengah ketatnya industri perbankan nasional,” ungkapnya. Baca juga: 20 Bank Bangkrut Sepanjang 2024, Terbaru Izin Usaha BPR di Manokwari Dicabut
Kepala Biro Perekonomian Jawa Timur Muhammad Aftabuddin Rijaluzzaman menambahkan, Bank Jatim adalah salah satu ujung tombak pemprov dalam mengembangkan ekonomi di Jawa Timur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sinergi dua bank ini bukan hanya sekadar sebuah regulasi, tetapi upaya kita semua untuk bisa maju bersama, bangkit bersama, dan besar bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Sekda Sulawesi Tenggara Arsun Lio yakin, Bank Jatim dan Bank Sultra akan saling melengkapi dan memperkuat dalam berbagai aspek. Termasuk pengembangan produk kredit dan simpanan serta modernisasi sistem teknologi informasi. “Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan profitabilitas Bank Sultra,” terangnya.
(poe)
Lihat Juga :