Lagi dan lagi, Sri Mulyani Revisi Ekonomi 2020 Jadi Minus 1,1%
Selasa, 01 September 2020 - 17:19 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, turunya proyeksi ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi masih akan tertekan akibat adanya pandemi COVID-19. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merevisi target pertumbuhan ekonomi pada tahun ini menjadi minus 1,1 hingga 0,2%. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, turunya proyeksi ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi masih akan tertekan akibat adanya pandemi COVID-19.
“Pemerintah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini minus 1,1% hingga 0,2%. Jadi hanya mendekati nol, pertumbuhan ekonomi akan lebih rendah dari perkiraan," kata Menkeu Sri Mulyani saat Rapat Kerja Banggar DPR RI, Selasa (1/9/2020).
(Baca Juga: Belanja Rp2.747 Triliun Jadi Senjata Sri Mulyani Kerek Pertumbuhan Ekonomi )
Sambung dia menerangkan, IMF (International Monetary Fund) juga turut merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi minus 0,3% per Juli 2020 dibanding beberapa bulan sebelumnya pada Maret-April 0,5%. Sedangkan OECD meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia terkoreksi sangat tajam menjadi minus 3,9% hingga minus 2,8%.
"Revisi proyeksi mereka terhadap ekonomi Indonesia dikoreksi sangat tajam minus 3,9% hingga minus 2,8%," imbuhnya.
“Pemerintah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini minus 1,1% hingga 0,2%. Jadi hanya mendekati nol, pertumbuhan ekonomi akan lebih rendah dari perkiraan," kata Menkeu Sri Mulyani saat Rapat Kerja Banggar DPR RI, Selasa (1/9/2020).
(Baca Juga: Belanja Rp2.747 Triliun Jadi Senjata Sri Mulyani Kerek Pertumbuhan Ekonomi )
Sambung dia menerangkan, IMF (International Monetary Fund) juga turut merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi minus 0,3% per Juli 2020 dibanding beberapa bulan sebelumnya pada Maret-April 0,5%. Sedangkan OECD meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia terkoreksi sangat tajam menjadi minus 3,9% hingga minus 2,8%.
"Revisi proyeksi mereka terhadap ekonomi Indonesia dikoreksi sangat tajam minus 3,9% hingga minus 2,8%," imbuhnya.
Lihat Juga :