Tahun Baru 2025, Negara Kandidat UE Ini Akan Ucapkan Selamat Tinggal ke Gas Rusia
Senin, 30 Desember 2024 - 22:48 WIB
loading...
A
A
A
Moldova, yang memiliki pemerintah pusat yang condong ke Barat, sempat berulang kali mengeluhkan campur tangan Rusia, dan tidak mengakui privatisasi tersebut.
Awal bulan ini, parlemen Moldova memilih memberlakukan keadaan darurat di sektor energi karena kekhawatiran bahwa Rusia dapat meninggalkan Moldova tanpa energi yang cukup pada musim dingin kali ini.
Sebuah komisi khusus juga dibentuk untuk mengelola "risiko yang akan segera terjadi" jika Moskow gagal memasok gas ke pabrik Kuciurgan. Pada akhir pekan kemarin, disebut telah menyetujui serangkaian tindakan yang bertujuan untuk penghematan energi.
Pihak Gazprom mengatakan, Moldova berutang hampir USD709 juta untuk pasokan gas di masa lalu, angka yang diperdebatkan oleh pemerintah di ibu kota Chisinau.
Perdana Menteri Moldova, Dorin Recean mengutuk langkah itu, dengan mengatakan bahwa pemerintahnya tidak mengakui utang yang dikutip oleh Gazprom, karena sudah "dibatalkan oleh audit internasional."
Awal bulan ini, parlemen Moldova memilih memberlakukan keadaan darurat di sektor energi karena kekhawatiran bahwa Rusia dapat meninggalkan Moldova tanpa energi yang cukup pada musim dingin kali ini.
Sebuah komisi khusus juga dibentuk untuk mengelola "risiko yang akan segera terjadi" jika Moskow gagal memasok gas ke pabrik Kuciurgan. Pada akhir pekan kemarin, disebut telah menyetujui serangkaian tindakan yang bertujuan untuk penghematan energi.
Pihak Gazprom mengatakan, Moldova berutang hampir USD709 juta untuk pasokan gas di masa lalu, angka yang diperdebatkan oleh pemerintah di ibu kota Chisinau.
Perdana Menteri Moldova, Dorin Recean mengutuk langkah itu, dengan mengatakan bahwa pemerintahnya tidak mengakui utang yang dikutip oleh Gazprom, karena sudah "dibatalkan oleh audit internasional."
Lihat Juga :