Ekonomi China Tertatih-tatih, Xi Jinping: Apa yang Buruk dari Deflasi?

Selasa, 31 Desember 2024 - 07:37 WIB
loading...
A A A
Sebaliknya, konsumen AS frustrasi dengan inflasi yang meningkat selama bertahun-tahun dan tingkat pertumbuhan harga melambat secara substansial sejak mencapai titik tertinggi pada 2022.

Sementara, perekonomian China terjebak dalam pertumbuhan yang melambat secara drastis dari kenaikan dua digit yang biasa terjadi pada dekade-dekade sebelumnya di tengah-tengah kejatuhan real estat, lemahnya permintaan konsumen dan tingkat utang yang tinggi.

Akibatnya, harga-harga konsumen stagnan dan tertatih-tatih dalam deflasi sementara harga-harga produsen terperosok dalam deflasi selama berbulan-bulan.

Tentu saja, konsumen akan diuntungkan dengan harga barang yang lebih murah. Namun, deflasi ekonomi yang terus-menerus juga dapat memicu lingkaran setan berupa penurunan belanja dan investasi, yang menyebabkan pertumbuhan yang lebih lemah dan pengangguran yang lebih tinggi.

Deflasi juga dapat meningkatkan beban utang efektif bagi para peminjam, sehingga menambah beban pada konsumsi dan investasi.
Beijing telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk menghidupkan kembali pertumbuhan namun belum berhasil mendorong lebih banyak belanja konsumen dan menyeimbangkan kembali perekonomian dari ketergantungannya pada investasi dan produksi.

China telah mengandalkan strategi yang berlangsung selama beberapa dekade untuk mengutamakan produksi industri di atas segalanya, memacu banjir produksi di dalam negeri dan ekspor ke luar negeri. Tanpa bantuan lebih banyak di sisi permintaan, upaya-upaya stimulus sebenarnya dapat memperburuk masalah deflasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Rekomendasi
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved