Mengukur Peran Transformasi Digital dalam Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 8%
Selasa, 31 Desember 2024 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
Kendati demikian, dia mengaku bahwa di pemerintahan belum ada suatu konsensus terkait pendekatan di bidang ekonomi digital dan kontribusinya pada PDB. Namun, pihaknya mengatakan akan mengunakan pendekatan input output.
“Semua aktivitas ekonomi yang dapat intervensi input digital baik data, atau teknologi digital lainnya dihitung sebagai aktivitas digital,” paparnya.
Sementara itu Direktur Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Bonifasius menyebut bahwa saat ini Indonesia berada di jalur transformasi besar menuju cita-cita 2045. Salah satu prasyarat dalam mewujudkan visi tersebut yakni pertumbuhan ekonomi harus konsisten di angka sekitar 8%.
“Kali ini harus konsisten di angka sekitar 8% setiap tahunnya. Untuk mencapai target ini tidak mudah dan kita harus berjuang. Tapi, apabila kita masih terus menjaga pertumbuhan ekonomi 8%, maka kita bisa menjadi negara dengan ekonomi terbesar nomor 7 bahkan nomor 5 di dunia,” ungkap Bonifasius.
Dalam konteks tersebut, kata dia, teknologi digital menjadi peranan strategis sekaligus menjadi key enabler pertumbuhan berbaagai sektor. Oleh sebab itu, dirinya mengimbau agar berbagai pihak saling bersinergi serta berkolaborasi untuk mencapai hal tersebut.
“Tidak boleh berhenti berinovasi, perjalanan menuju 8% itu memang tidak mudah. Tapi jangan berhenti berinovasi dan berkolaborasi,” tegasnya.
Bonifasius pun merinci beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia untuk mewujudkan target tersebut mulai dari kesenjangan infrastruktur digital, disrupsi teknologi yang memengaruhi sektor tradisional, isu teknologi data dan keamanan siber, hingga permasalahan kedaulatan digital dan dampaknya yang berimbas pada sosio kultural masyarakat.“Isu tersebut harus kita hadapi secara seksama,” tutur Boni.
“Semua aktivitas ekonomi yang dapat intervensi input digital baik data, atau teknologi digital lainnya dihitung sebagai aktivitas digital,” paparnya.
Sementara itu Direktur Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Bonifasius menyebut bahwa saat ini Indonesia berada di jalur transformasi besar menuju cita-cita 2045. Salah satu prasyarat dalam mewujudkan visi tersebut yakni pertumbuhan ekonomi harus konsisten di angka sekitar 8%.
“Kali ini harus konsisten di angka sekitar 8% setiap tahunnya. Untuk mencapai target ini tidak mudah dan kita harus berjuang. Tapi, apabila kita masih terus menjaga pertumbuhan ekonomi 8%, maka kita bisa menjadi negara dengan ekonomi terbesar nomor 7 bahkan nomor 5 di dunia,” ungkap Bonifasius.
Dalam konteks tersebut, kata dia, teknologi digital menjadi peranan strategis sekaligus menjadi key enabler pertumbuhan berbaagai sektor. Oleh sebab itu, dirinya mengimbau agar berbagai pihak saling bersinergi serta berkolaborasi untuk mencapai hal tersebut.
“Tidak boleh berhenti berinovasi, perjalanan menuju 8% itu memang tidak mudah. Tapi jangan berhenti berinovasi dan berkolaborasi,” tegasnya.
Bonifasius pun merinci beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia untuk mewujudkan target tersebut mulai dari kesenjangan infrastruktur digital, disrupsi teknologi yang memengaruhi sektor tradisional, isu teknologi data dan keamanan siber, hingga permasalahan kedaulatan digital dan dampaknya yang berimbas pada sosio kultural masyarakat.“Isu tersebut harus kita hadapi secara seksama,” tutur Boni.
Lihat Juga :