Mengukur Peran Transformasi Digital dalam Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 8%

Selasa, 31 Desember 2024 - 21:25 WIB
loading...
Mengukur Peran Transformasi...
Dengan pemerintahan baru yang menetapkan target pertumbuhan ekonomi hingga 8%, peran ekonomi digital menjadi kunci utama untuk mencapai ambisi tersebut. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indonesia menunjukkan optimisme melalui potensi transformasi digital yang besar kendati menghadapi ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global. Dalam sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di kisaran 5% meskipun dibayangi tantangan seperti tingginya Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang berimbas pada efisiensi ekonomi.

Dengan pemerintahan baru yang menetapkan target pertumbuhan ekonomi hingga 8%, peran ekonomi digital menjadi kunci utama untuk mencapai ambisi tersebut. Asisten Deputi Pengembangan Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Theodore Sutarto menjelaskan, bahwa saat ini kondisi Indonesia, bahkan dunia sedang tidak baik-baik saja dan berpengaruh pada Indonesia.

Baca Juga: Transformasi Teknologi Digital Dukung Indonesia Emas 2045

Selain ada konflik perang, ada perubahan pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang baru dan patut diwaspadai karena masa depan masih buram. Di sisi lain, Theodore mengimbau agar negara-negara lain khususnya Indonesia, harus tetap waspada terhadap kebijakan pemerintaha baru AS yang bisa berdampak pada perekonomian global.

Theodore juga menilai bahwa sebenarnya peningkatan konsumsi dalam negeri yang 5 – 6% sudah baik dan target pemerintah untuk menargetkan pertumbuhan ekonomi sebanyak 8% didukung dengan baik oleh pihaknya.

“Kita akan menggenjot (pertumbuhan ekonomi) dari sisi investasi. Jadi diharapkan nanti ada pertumbuhan investasi sebesar 10% sehingga bisa mengejar pertumbuhan 8% itu. Juga ada pertumbuhan ekspor di kisaran 9%,” ucap Theodore dalam Economic & Business Outlook 2025: Kontribusi dan Peluang Ekonomi Digital Indonesia Menuju Pertumbuhan 8% di Era Pemerintahan Baru di Jakarta, Kamis (19/12/2024).

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pihaknya menyebut bahwa akan memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui penguatan manufaktur. “Jadi tidak hanya hilirisasi yang memang sudah ada, juga ada penguatan manufaktur, sektor jasa, pariwisata, juga konstruksi, perumahan dan ekonomi digital,” kata dia.

Kendati demikian, dia mengaku bahwa di pemerintahan belum ada suatu konsensus terkait pendekatan di bidang ekonomi digital dan kontribusinya pada PDB. Namun, pihaknya mengatakan akan mengunakan pendekatan input output.

“Semua aktivitas ekonomi yang dapat intervensi input digital baik data, atau teknologi digital lainnya dihitung sebagai aktivitas digital,” paparnya.

Sementara itu Direktur Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Bonifasius menyebut bahwa saat ini Indonesia berada di jalur transformasi besar menuju cita-cita 2045. Salah satu prasyarat dalam mewujudkan visi tersebut yakni pertumbuhan ekonomi harus konsisten di angka sekitar 8%.

“Kali ini harus konsisten di angka sekitar 8% setiap tahunnya. Untuk mencapai target ini tidak mudah dan kita harus berjuang. Tapi, apabila kita masih terus menjaga pertumbuhan ekonomi 8%, maka kita bisa menjadi negara dengan ekonomi terbesar nomor 7 bahkan nomor 5 di dunia,” ungkap Bonifasius.

Dalam konteks tersebut, kata dia, teknologi digital menjadi peranan strategis sekaligus menjadi key enabler pertumbuhan berbaagai sektor. Oleh sebab itu, dirinya mengimbau agar berbagai pihak saling bersinergi serta berkolaborasi untuk mencapai hal tersebut.

“Tidak boleh berhenti berinovasi, perjalanan menuju 8% itu memang tidak mudah. Tapi jangan berhenti berinovasi dan berkolaborasi,” tegasnya.

Bonifasius pun merinci beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia untuk mewujudkan target tersebut mulai dari kesenjangan infrastruktur digital, disrupsi teknologi yang memengaruhi sektor tradisional, isu teknologi data dan keamanan siber, hingga permasalahan kedaulatan digital dan dampaknya yang berimbas pada sosio kultural masyarakat.“Isu tersebut harus kita hadapi secara seksama,” tutur Boni.

Menurut Boni, ada upaya untuk mengoptimalisasi transformasi digital di Indonesia. Pihak-pihak yang berkepentingan harus terintegrasi, kolaborasi dan secara terarah menyelesaikan tiga aspek fundamental.

Baca Juga: Nilai Ekonomi Digital RI Diproyeksi Capai Rp5.832 Triliun di 2030

Pertama, konektivitas digital yang merata. Hal ini dikarenakan luasnya wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan sehingga harus menjangkau seluruh wilayah secara merata. Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang digital.

“Tapi untuk menjadikan kesuksesan sebuah iklim digital, digital talent tidak hanya disupport oleh aspek-aspek sisi digital saja. Faktor ekonomi, hukum, bahkan design art itu menentukan,” kata dia.

Dan terakhir, dia mengimbau adanya penguatan kolaborasi antar lintas pemangku kepentingan atau stakeholder terkait.Sebagai informasi, pemerintahan baru di bawah Presiden terpilih Prabowo telah menetapkan ekonomi digital sebagai prioritas utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Langkah-langkah antisipatif ini tidak hanya akan memperkuat daya saing Indonesia di kawasan ASEAN, tetapi juga memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
BRImo Raih Penghargaan...
BRImo Raih Penghargaan Digital Innovation in Business Transformation di Ajang Digital Innovation Awards 2026
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved