Legislator Ungkap Perjalanan Ekonomi RI Melewati 10 Tantangan di 2024

Rabu, 01 Januari 2025 - 20:49 WIB
loading...
Legislator Ungkap Perjalanan...
Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah mengidentifikasi ada sepuluh tantangan yang mendera perekonomian nasional di sepanjang tahun 2024. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah mengidentifikasi ada sepuluh tantangan yang mendera perekonomian nasional di sepanjang tahun 2024. Namun menurutnya Indonesia mampu melewati berbagai gejolak dan tantangan ekonomi khususnya pada tahun lalu.

Meski begitu, Najib mengingatkan agar pemerintah senantiasa menjadikan tantangan tahun lalu sebagai bahan evaluasi dalam menatap masa depan yang lebih baik. Baca Juga: Akademisi Unpad Beberkan Sejumlah Tantangan Ekonomi Indonesia

"Pertama, pandemi Covid-19 meninggalkan jejak cukup dalam ekonomi domestik dan global, beberapa menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi. Perekonomian domestik masih menunjukkan upaya recovery terutama di sektor riil, UMKM perdagangan, retail, dan sektor-sektor di luar tambang," jelas anggota Komisi XI DPR RI itu dalam keterangannya, Rabu (1/1/2025).

Legislator yang juga ketua DPP PAN ini melanjutkan, catatan kedua adalah inflasi. Menurutnya, inflasi relatif terkendali selama kurun waktu 2024. "Namun demikian dampak konflik global banyak menekan pasokan pangan," katanya.

Ketiga, stabilitas nilai tukar rupiah banyak dipengaruhi barang impor, fluktuasi global, dan kebijakan Amerika Serikat. Keempat, tambang dan batu bara menjadi primadona pendapatan negara.

Dari empat catatan awal tersebut, Najib menambahkan, beberapa poin lainnya yang mesti menjadi perhatian pemerintah ke depan. Hal itu, kata dia, diperlukan agar roda perekonomian berjalan dengan baik dan target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai.

"Kelima, neraca transaksi berjalan perlu dukungan penuh dengan cara memperkuat basis ekspor produk yang memiliki nilai," ujarnya.

Keenam, infrastruktur digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih belum optimal dan cenderung tidak memiliki arah yang jelas. Ketujuh, keseimbangan fiskal menjadi perhatian publik. "Penggunaan pembiayaan melalui utang menjadi sorotan banyak pihak."

Selain itu, Najib juga mendorong agar pemerintah memberikan berbagai stimulus dan kemudahan bagi para investor asing yang hendak menanamkan modalnya di Indonesia. Sebab, menurutnya, berkaca pada data yang ada bahwa sektor investasi asing di Indonesia justru menurun sejak kuartal 2 tahun 2024.

Baca Juga: Tiga Tantangan Ekonomi Hadapi Covid-19 Versi BI

Najib juga meminta agar pemerintah mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan ke depannya bagi generasi muda. Dia mendukung penuh fokus pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang menitikberatkan sektor pangan dan energi.

"Kesepuluh, ketahanan pangan dan energi menjadi perhatian awal pemerintah Prabowo," pungkas Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved