Akhir Tahun 2024, Inflasi Jakarta Lebih Rendah Dibanding Nasional
Kamis, 02 Januari 2025 - 20:24 WIB
loading...
Akhir tahun 2024, Jakarta mencatatkan inflasi yang lebih rendah terhadap nasional dan terkendali. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Akhir tahun 2024, Jakarta mencatatkan inflasi yang lebih rendah terhadap nasional dan terkendali. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta, Arlyana Abubakar mengatakan, inflasi di pusat ekonomi Indonesia tercatat 0,37%.
Sekalipun lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,29. “Secara keseluruhan inflasi Jakarta setahun mencapai 1,48 persen. Lebih rendah dari inflasi nasional 1,57 persen,” kata Arlyana dalam siaran persnya, Kamis (2/1/2025).
Baca Juga: Air, Listrik, dan Harga BBM Menyumbang Inflasi Jakarta 0,03% di Oktober 2024
Secara rinci, Arlyana menuturkan kenaikan inflasi disebabkan beberapa kelompok seperti makanan, minuman, dan tembakau; perawatan pribadi dan jasa lainnya; serta kesehatan. Adapun meningkatnya inflasi makanan di Jakarta sebesar 1,33%, lantaran kenaikan harga cabai merah, telur ayam ras, beras, dan minyak goreng.
“Ini karena terbatasnya pasokan sebagai dampak dari tingginya curah hujan di tengah meningkatnya permintaan jelang HBKN Nataru,” jelas Arlyana.
Kondisi demikian diperburuk dengan harga telur ayam ras yang juga mengalami kenaikan sejalan dengan terbatasnya pasokan yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang memengaruhi produktivitas ayam petelur dan masuknya periode akhir beberapa produsen.
Sementara itu kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi oleh berlanjutnya kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) global sehingga berdampak pada kenaikan harga domestik. Meski baik, Arlyana enggan terlena, pihak tetap bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta agar inflasi masih terkendali serta melakukan beberapa langkah kongkrit.
Sekalipun lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,29. “Secara keseluruhan inflasi Jakarta setahun mencapai 1,48 persen. Lebih rendah dari inflasi nasional 1,57 persen,” kata Arlyana dalam siaran persnya, Kamis (2/1/2025).
Baca Juga: Air, Listrik, dan Harga BBM Menyumbang Inflasi Jakarta 0,03% di Oktober 2024
Secara rinci, Arlyana menuturkan kenaikan inflasi disebabkan beberapa kelompok seperti makanan, minuman, dan tembakau; perawatan pribadi dan jasa lainnya; serta kesehatan. Adapun meningkatnya inflasi makanan di Jakarta sebesar 1,33%, lantaran kenaikan harga cabai merah, telur ayam ras, beras, dan minyak goreng.
“Ini karena terbatasnya pasokan sebagai dampak dari tingginya curah hujan di tengah meningkatnya permintaan jelang HBKN Nataru,” jelas Arlyana.
Kondisi demikian diperburuk dengan harga telur ayam ras yang juga mengalami kenaikan sejalan dengan terbatasnya pasokan yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang memengaruhi produktivitas ayam petelur dan masuknya periode akhir beberapa produsen.
Sementara itu kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi oleh berlanjutnya kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) global sehingga berdampak pada kenaikan harga domestik. Meski baik, Arlyana enggan terlena, pihak tetap bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta agar inflasi masih terkendali serta melakukan beberapa langkah kongkrit.
Lihat Juga :