Soal Perppu Reformasi Keuangan, Trump yang Paling Kontroversial Saja Tak Mengintervensi The Fed
Selasa, 01 September 2020 - 21:58 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ekonom senior Indef , Dradjad Wibobo, mengkritisi peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) reformasi sistem keuangan yang disiapkan pemerintah. Menurutnya, beleid itu aneh karena ibarat mengganti fondasi rumah tepat di saat terjadi badai.
Drajad mengingatkan, lembaga pemerintah agar jangan saling membongkar fondasi rumah di saat terjadi badai. Namun yang harus dilakukan adalah memperbaiki dan memperkuat pintu atau jendela rumah agar kuat diterpa angin kencang. ( Baca juga:Ngerrihh, Perppu Reformasi Sistem Keuangan Buka Peluang Impeachment Jokowi )
"Jangan bongkar fondasinya. Tapi cukup sekedar perkuat pintu atau jendelanya. Artinya perkuat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atau Kemenkeu," ujar Drajad dalam webinar Forum Diskusi Finansial di Jakarta, Selasa (1/9/2020).
Menurutnya, masalah utama adalah kurang harmonisnya antar-otoritas dan solusi yang tidak sinkron. Karena itu harusnya singkronkan setiap kekurangan regulator dan mau saling melihat kemampuan.
"Solusinya perampingan dan screening untuk persiapkan diri. Jadi solusinya bukan perppu," ujarnya.
Mengeluarkan perppu reformasi sistem keuangan akan memberikan kesan bahwa pemerintah sedang bingung dan panik. Ini akan menghasilkan efek berantai yang buruk.
"Bila alasannya genting akan memberikan kesan pemerintah bingung dan panik, semua ditabrak," ujarnya.
Drajad mengingatkan, lembaga pemerintah agar jangan saling membongkar fondasi rumah di saat terjadi badai. Namun yang harus dilakukan adalah memperbaiki dan memperkuat pintu atau jendela rumah agar kuat diterpa angin kencang. ( Baca juga:Ngerrihh, Perppu Reformasi Sistem Keuangan Buka Peluang Impeachment Jokowi )
"Jangan bongkar fondasinya. Tapi cukup sekedar perkuat pintu atau jendelanya. Artinya perkuat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atau Kemenkeu," ujar Drajad dalam webinar Forum Diskusi Finansial di Jakarta, Selasa (1/9/2020).
Menurutnya, masalah utama adalah kurang harmonisnya antar-otoritas dan solusi yang tidak sinkron. Karena itu harusnya singkronkan setiap kekurangan regulator dan mau saling melihat kemampuan.
"Solusinya perampingan dan screening untuk persiapkan diri. Jadi solusinya bukan perppu," ujarnya.
Mengeluarkan perppu reformasi sistem keuangan akan memberikan kesan bahwa pemerintah sedang bingung dan panik. Ini akan menghasilkan efek berantai yang buruk.
"Bila alasannya genting akan memberikan kesan pemerintah bingung dan panik, semua ditabrak," ujarnya.
Lihat Juga :