Ukraina Setop Transit Gas dari Rusia, Ancaman Nyata bagi Eropa

Selasa, 07 Januari 2025 - 11:39 WIB
loading...
Ukraina Setop Transit...
Stasiun pompa gas di Sudzhe, Rusia, terlihat pada 11 Januari 2009. Berulang kali dijatuhi sanksi, gas alam Rusia kini dihentikan mengalir melalui jaringan pipa Ukraina ke pelanggan di Eropa. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Rusia memperingatkan bahwa keputusan Ukraina untuk tidak memperpanjang kontrak transit gas Rusia melalui wilayahnya akan membahayakan perekonomian Eropa.

Pada Desember, Kyiv mengumumkan perjanjian yang dinegosiasikan dengan Rusia sebelum perang, akan berakhir pada 1 Januari 2025 akan menimbulkan tantangan bagi Hungaria, Slovakia, dan Austria yang sebelumnya mengandalkan pasokan gas Rusia. Penduduk di wilayah Transnistria, Moldova, telah melaporkan kekurangan gas, menurut BBC.

"Penghentian pasokan energi Rusia, yang kompetitif dan ramah lingkungan tidak hanya melemahkan potensi ekonomi Eropa, tetapi juga memiliki dampak paling negatif terhadap standar hidup warga Eropa," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova dilansir dari Newsweek, Selasa (7/1/2024).

Baca Juga: Indonesia Resmi Jadi Anggota BRICS

Terlepas dari konflik yang sedang berlangsung dimulai pada Februari 2022, gas Rusia tetap transit melalui Ukraina di bawah ketentuan perjanjian pada 2019. Dalam sebuah pertemuan di Brussels bulan Desember lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan tidak memperpanjang perjanjian tersebut.

Pasokan gas melalui jaringan pipa era Soviet yang melintasi Ukraina dihentikan menandai berakhirnya dominasi Rusia selama beberapa dekade pasokan di pasar energi Eropa, demikian laporan Reuters.

Meskipun hampir tiga tahun perang, pasokan gas terus berlanjut tetapi Ukraina menghentikan transit pada 1 Januari pukul 7:00 GMT. Ukraina akan kehilangan sekitar USD800 juta per tahun dalam biaya transit sementara Gazprom akan kehilangan sekitar USD5 miliar dalam penjualan gas.

Baca Juga: Aliran Gas Rusia Berakhir, Negara Ini Terancam Gelap Gulita

Rusia dan bekas Uni Soviet menghabiskan setengah abad untuk membangun pangsa pasar gas Eropa yang signifikan, yang pada puncaknya mencapai sekitar 35%. Namun, perang telah menghancurkan bisnis Gazprom di area ini.

Secara keseluruhan, jumlah gas yang dikirim ke Eropa melalui berbagai rute pada 2018 mencapai 201 miliar meter kubik. Pada 2023, Rusia mengirimkan sekitar 15 miliar meter kubik gas melalui Ukraina, yang lebih kecil dari 65 miliar meter kubik ketika kontrak lima tahun terakhir mulai berlaku pada tahun 2020.

Seperti yang ditunjukkan oleh berbagai laporan, kontrak lima tahun Naftogaz dengan Gazprom berakhir pada 1 Januari 2025. Ukraina menutup katup gas pada 1 Januari pukul 7:00 GMT, membuat Moskow kehilangan pendapatan tahunan sekitar USD5-7 miliar.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Rekomendasi
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
7 Fakta Menarik Hari...
7 Fakta Menarik Hari Pertama Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah hingga Rekor Bersejarah Meksiko
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved