Cegah Virus Corona ke RI, Impor Makanan dan Minuman dari China Disetop

Senin, 03 Februari 2020 - 16:05 WIB
Cegah Virus Corona ke...
Cegah Virus Corona ke RI, Impor Makanan dan Minuman dari China Disetop
A A A
Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto akan menyetop impor makanan dan minuman yang berasal dari China. Hal ini merupakan upaya pencegahan penyebaran virus corona ke dalam negeri.

"Dengan kondisi yang tidak menentu mengenai virus corona, kita akan setop sementara pasokan makanan dan minuman dari negara yang terjangkit virus tersebut. Ini untuk mengantisipasi kondisi kita dan secara keseluruhan supaya mencegah tersebarnya virus tersebut," ujarnya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Menurut dia, seluruh negara pun sudah melakukan pencegahan dengan menyetop impor dari China termasuk turis. "Kita ini penduduknya 267 juta jiwa. Jadi berkaitan dengan impor, termasuk bawang putih juga begitu. Sekarang ini kita harus hati-hati impor bawang putih," jelasnya.

Selama ini Indonesia harus memenuhi 90% kebutuhan bawang putih dari impor. Untuk itu, Mendag akan berkoordinasi dengan menteri pertanian untuk memastikan ketersediaan pasokan bawang putih di lapangan. "Jangan sampai nanti hitungan pasokan masih ada, ternyata di lapangan tidak ada. Memang situasinya seperti ini. Kita harus menciptakan iklim usaha yang sejuk," tuturnya.

Agus melanjutkan, keputusan penghentian impor ini akan segera dilakukan. Menurut dia, penghentian impor dari China akan dilakukan hingga masalahnya selesai. "Kita ngga tahu, seperti dulu kejadian SARS itu kurang lebih 9 bulan. Mudah-mudahan lebih cepat dari yang dulu. Kita berdoa semua," ungkapnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan cadangan untuk bawang putih panen lokal."Insya Allah memenuhi apa yang menjadi kebutuhan. Karena impor yang kemarin pun masih punya cadangan menurut hitungan kita. Mestinya tidak perlu terjadi kelangkaan," ujarnya.

Sementara Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto mengatakan, hingga saat ini masih ada pasokan 60.000 ton bawang putih sisa impor tahun 2019.

Selain itu, lanjut Prihasto, akan ada panen bawang putih dari 6.000 hektare (Ha) lahan yang akan menghasilkan 60.000 ton bawang putih pada bulan Maret mendatang. "Mulai bulan Maret ada panen cukup luas, lebih dari 6.000 Ha. Kalau rata-rata hasilnya 10 ton saja per Ha, itu sudah 60.000 ton," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengintip Peluang Ekspor...
'Mengintip' Peluang Ekspor Produk Mamin Indonesia ke Pasar Spanyol
Gandeng Pelaku Bisnis,...
Gandeng Pelaku Bisnis, Kemendag Memetakan Peluang dan Tantangan Industri Mamin
Mendag Akan Setop Produk...
Mendag Akan Setop Produk Impor yang Ganggu Industri Dalam Negeri
Tetap Semangat, Pasar...
Tetap Semangat, Pasar Dunia Masih Butuh Produk Mamin Indonesia
Kemendag Dorong Ekspor...
Kemendag Dorong Ekspor UKM Makanan dan Minuman ke Amerika
Kemendag Dorong Ekspor...
Kemendag Dorong Ekspor Makanan dan Minuman ke Jepang
Berita Terkini
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
26 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
50 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
2 jam yang lalu
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
2 jam yang lalu
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
2 jam yang lalu
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
3 jam yang lalu
Infografis
Lebih Sehat dari Makanan...
Lebih Sehat dari Makanan Lain, Berikut Clean Eating dan Real Food
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved