alexametrics

Kemendag Dorong Ekspor UKM Makanan dan Minuman ke Amerika

loading...
Kemendag Dorong Ekspor UKM Makanan dan Minuman ke Amerika
Kemendag menggenjot ekspor nasional di tengah pandemi Covid-19 dengan mendorong UKM makanan-minuman meraih pasar Amerika Serikat (AS). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Indonesian Trade Promotion Center Los Angeles (ITPC LA) dan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) menggelar temu bisnis (business matching) secara virtual. Kegiatan bertujuan menggenjot ekspor nasional di tengah pandemi Covid-19.

Business matching tersebut berhasil mempertemukan 12 pelaku usaha kecil menengah (UKM) sektor makanan dan minuman (mamin) berorientasi ekspor dengan buyer Amerika Serikat (AS) yaitu Jans Enterprise Corp., Takari International, Belift Coffee, dan Beaneka Coffee.

"Kegiatan temu bisnis virtual ini diharapkan akan mendorong kinerja ekspor industri mamin Indonesia. Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang menimpa dunia dan adanya pembatasan pembatasan dalam bertatap muka atau berkumpul secara langsung, pemerintah Indonesia dituntut kreatif dan mencari langkah alternatif agar tetap eksis di kancah internasional, khususnya di AS," ujar Kepala ITPC LA Bayu Nugroh dalam keterangan resminya, Kamis (16/7/2020).

(Baca Juga: Ekspor Juni Capai USD12,03 Miliar, Komoditas Pertanian Paling Moncer)



Menurut Bayu, penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Kemendag kepada UKM Indonesia untuk memasuki pasar AS. "Para importir AS juga merespons positif pelaksanaan business matching virtual ini, bahkan beberapa importir telah menyatakan ketertarikannya atas beberapa produk yang ditampilkan oleh para pelaku UKM Indonesia. Selanjutnya, ITPC LA akan memfasilitasi komunikasi lebih lanjut antara para pelaku UKM Indonesia dengan para importir sehingga dapat terwujud transaksi ekspor," tutupnya.

Berdasarkan data BPS yang diolah Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia-AS periode Januari sampai Mei 2020 tercatat sebesar USD10,7 miliar, dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD3,70 miliar.



Sedangkan pada 2019, total perdagangan kedua negara mencapai USD27,11 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD8,58 miliar. Khusus untuk ekspor mamin Indonesia ke AS, pada periode Januari-April 2020 mencapai USD293,63 juta. Nilai ini tumbuh 29,69% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
(fai)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top