Trump Ditolak Warga AS Soal Caplok Greenland! Kaya Endapan Emas, Uranium, hingga Perak

Kamis, 16 Januari 2025 - 21:30 WIB
loading...
Trump Ditolak Warga...
Niat Presiden terpilih AS, Donald Trump mencaplok Greenland tidak didukung publik Amerika. Dengan luas 2,2 juta kilometer persegi, Greenland kaya akan endapan emas, perak, tembaga dan uranium. Foto/Dok Ritzau Scanpix via AP
A A A
JAKARTA - Niat Presiden terpilih AS (Amerika Serikat), Donald Trump untuk mencaplok Greenland dari Denmark tidak mendapat dukungan dari publik Amerika, menurut jejak pendapat yang dirilis USA Today. Dengan alasan keamanan nasional, Trump berencana menguasai pulau Arktik yang menjadi wilayah otonom Denmark.

Dengan luas 2,2 juta kilometer persegi, Greenland kaya akan endapan emas , perak, tembaga dan uranium, dan diyakini memiliki cadangan minyak yang besar di perairan teritorialnya. Namun sekitar 80% permukaannya ditutupi dengan es.

Baca Juga: Harta Karun Tanah Jarang di Greenland Jadi Rebutan China dan AS

Trump berpendapat bahwa kendali AS atas Greenland karena terkait "keamanan nasional." Partai Republik di Kongres telah menyusun 'Make Greenland Great Again Act' yang akan memungkinkan Trump bernegosiasi dengan Denmark "untuk pembelian" pulau itu.

Saat pertama kali menjabat sebagai Presiden AS, Trump sudah menyuarakan gagasan untuk membeli Greenland. Kini menjelang masa jabatan keduanya di Gedung Putih, Trump menghidupkan kembali rencana tersebut.

Klaim USA Today mengungkapkan, bahwa inisiatif Trump tersebut 'telah mengejutkan banyak orang', mengutip jajak pendapat dari Universitas Suffolk.

Menurut survei yang melibatkan 1.000 responden dan dilakukan dari 7-11 Januari, hanya 11% yang mengatakan bahwa pemerintahan Trump harus melakukan segala yang dibisa untuk mengakuisisi pulau tersebut. Sementara itu, 29% menganggapnya ide bagus tetapi tidak realistis, dan 53% sama sekali tidak mendukung akuisisi Greenland.

Sementara 86% dari Demokrat yang disurvei menentang rencana Trump di Greenland, hanya 23% responden Republik yang mendukung; 21% lainnya mengatakan rencana itu tidak baik. Sedangkan 48% berpikir hal itu bagus tetapi tidak realistis.

Awal pekan ini, sebuah survei oleh firma riset Patriot Polling menunjukkan bahwa lebih dari 57% warga Greenland mendukung pulau itu menjadi bagian dari AS, sementara 37,4% menentang.

Baca Juga: 4 Cara AS Merampas Wilayah di Luar Negeri, dari Pencaplokan Paksa hingga Penjualan Murah

Greenland memiliki populasi sekitar 57.000 orang, yang sebagian besar adalah Inuit asli Kutub Utara. Diketahui Greenland merupakan wilayah otonom Pemerintahan Denmark yang sudah diakui secara internasional sejak awal 1800-an, tetapi pulau itu juga punya pemerintahan sendiri sejak 2009.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Rekomendasi
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Drama di Akhir Laga,...
Drama di Akhir Laga, Ghana Tekuk Panama 1-0
Berita Terkini
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved