Tak Mimpikan Sanksi Barat Dicabut, Rusia Tegaskan Siap Hadapi yang Terburuk

Sabtu, 18 Januari 2025 - 17:15 WIB
loading...
Tak Mimpikan Sanksi...
Rusia memastikan siap menghadapi situasi terburuk berkaitan dengan sanksi-sanksi yang diterapkan Barat ke negara itu. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Rusia mengaku bahwa akan sangat bagus jika sanksi Barat terhadap negara itu dicabut pada suatu saat nanti. Namun, Moskow memastikan telah siap menghadapi situasi terburuk berkaitan dengan sanksi-sanksi ekonomi yang telah diterapkan Barat sejak serangan negara itu ke Ukraina tahun 2022 lalu.

"Jika Barat mencabut sanksi, itu akan sangat bagus, tetapi Rusia tetap siap menghadapi yang terburuk," tegas Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov, seperti dilansir kantor Berita TASS, Sabtu (18/1/2025).

Baca Juga: Gara-gara Sanksi AS ke Rusia, Harga Solar Dunia Melonjak

Hal itu ditegaskan Siluanov mengomentari pernyataan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, bahwa ketika konflik Ukraina berakhir, Barat akan "melempar sanksi terhadap Rusia ke luar jendela" dan kembali membangun hubungan normal dengan negara tersebut.

"Kita harus selalu bersiap menghadapi yang terburuk. Jika semua sanksi benar-benar dibuang 'ke luar jendela' - itu akan sangat bagus, tetapi kita siap menghadapi segala kemungkinan. Saya pikir ini penting dari sudut pandang perencanaan anggaran dan strategi anggaran," kata Siluanov.

Dia menambahkan bahwa semua rencana anggaran Rusia sejauh ini tetap tidak berubah. "Dunia kita, yang saat ini juga, boleh dikatakan, kita ingat, berawal dari kesadaran bahwa situasinya tidak akan mudah," tambahnya.

Baca Juga: Mobil Listrik Ancam Eksistensi LCGC, Harga Murah Tinggal Kenangan?

Menyusul deklarasi penuh invasi Rusia ke Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari 2022, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), dan negara-negara Barat lainnya telah memberlakukan atau memperluas sanksi terhadapa Moskow secara signifikan.

Presidne AS Joe Biden di akhir pemerintahannya bahkan memberlakukan paket sanksi terluas sejauh ini yang menargetkan pendapatan minyak dan gas Rusia. Langkah itu diklaim dalam upaya memberi pengaruh kepada Kiev dan tim Presiden Trump untuk mencapai kesepakatan perdamaian di Ukraina.

Sebelumnya, saat masa kampanye pemilihan presiden, Trump menjanjikan bakal menyelesaikan perang Rusia-Ukraina di "hari pertama" dia menjabat sebagai kepala negara. Namun, janji optimistis tersebut dinilai tidak realistis.

Sejumlah penasihat Presiden terpilih Donald Trump seperti dilansir Reuters mengakui bahwa penyelesaian perang di Ukraina akan memakan waktu berbulan-bulan, bahkan lebih lama. Dua rekan Trump, yang telah membahas perang di Ukraina dengan presiden terpilih tersebut, mengatakan kepada Reuters bahwa janji penyelesaian konflik di hari pertama itu sebagai kombinasi dari kegaduhan kampanye dan kurangnya apresiasi terhadap bobot konflik tersebut.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Berita Terkini
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved