alexametrics

Indef Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tidak Realistis

loading...
Indef Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tidak Realistis
Target pertumbuhan ekonomi tahun ini dinilai tak realistis. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah tetap meyakini ekonomi pada tahun 2020 akan tumbuh dengan baik dengan target pertumbuhan sebesar 5,3%. Meskipun sepnajnga tahun 2019 pertumbuhan ekonomi meleset dari target 5,2% dan hanya mencapai 5,02%.

Ekonom Indef Tauhid Ahmad mengatakan, target pemerintah tahun ini yang sebesar 5,3% tidak realistis. Sebab, banyak tantangan yang harus dihadapi dari imbas gejolak perlambatan global sejak tahun lalu akan berlanjut hingga tahun ini.

Salah satunya adalah perlambatan perekonomian negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan China yang akan berpengaruh pada negara berkembang, termasuk Indonesia. Apalagi, saat ini China tengah dilanda wabah virus corona yang juga telah menyebar ke beberapa negara.



"Proyeksi 5,3% enggak realistis, karena 2020 sangat tertekan. Karena ekonomi China bukan karena performa, tapi juga masalah corona," ujar Tauhid di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Dia menjelaskan, lalu lintas ekspor maupun impor antara Indonesia dan China juga turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Wabah virus corona menyebabkan aktivitas ekonomi dan perdagangan China terhambat.

"China bukan hanya impor, 16% sudah enggak bisa menyerap ekspor. Dari persaingan sudah enggak maksimal. Ekspor bahan mentah saat migrasi dari China ke negara lain sulit, terutama negara yang memiliki produk yang sama," tuturnya.

Selain itu, sektor industri pengolahan pun diperkirakan akan melemah. Padahal, melalui industri pengolahan dapat menyerap tenaga kerja yang akan mempengaruhi konsumsi dan pertumbuhan ekonomi. "Sektor industri pengolahan melemah, penerimaan pajak juga menurun," imbuhnya.

Meskipun pemerintah telah membuat reformasi regulasi melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law, kata dia, pengaruhnya tidak dapat dirasakan secara langsung. "Sebab kebijakan antar pusat dan daerah cenderung sering tak kompak," jelasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak