alexametrics

China Turunkan Tarif Produk AS, Rupiah Semakin Berkibar

loading...
China Turunkan Tarif Produk AS, Rupiah Semakin Berkibar
Rupiah ditutup menguat 56 poin atau 0,14% menjadi Rp13.634 per USD. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Langkah Beijing yang menurunkan tarif impor produk Amerika Serikat sebesar USD75 miliar, semakin menguatkan pasar aset berisiko, termasuk rupiah. Indeks Bloomberg mencatat rupiah pada Kamis (6/2/2020) ditutup berkibar 56 poin atau 0,14% menjadi Rp13.634 per USD.

Sesi pembukaan, rupiah dibuka reli dengan penguatan 35 poin atau 0,26% ke level Rp13.655 per USD, dibandingkan penutupan Rabu lalu di Rp13.690 per USD. Kamis ini, rupiah diperdagangkan di Rp13.610-Rp13.670 per USD.

Penguatan rupiah juga tercatat di Yahoo Finance, dengan melonjak 89 poin atau 0,64% ke Rp13.625 per USD, dibandingkan penutupan kemarin di Rp13.714 per USD. Hari ini, rupiah bergerak di Rp13.600-Rp13.714 per USD.



Rupiah menguat bersama sejumlah mata uang Asia lainnya, seperti won Korea Selatan naik 0,95%, dolar Taiwan menguat 0,21%, peso Filipina bertambah 0,15%, dan yuan China yang menguat menjadi 6,97 per USD.

Melansir dari Reuters, langkah China yang menurunkan tarif produk impor dari AS dari 10% menjadi 5%, suatu isyarat baik bagi perekonomian global ditengah ancaman wabah virus corona.

Investor pun mulai keluar dari aset-aset safe haven dan menaruh dana ke aset berisiko. Selain pemotongan tarif barang AS, ini ditambah dengan langkah Pemerintah China yang sebelumnya memompa miliaran dolar AS ke pasar uang untuk mendukung ekonomi negaranya menghadapi dampak virus corona.

Sementara itu, indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama berada di 98,288, setelah sebelumnya berada di 98,307.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak