116.000 Pekerjaan di Ukraina Terancam Gara-gara Aturan Baru Uni Eropa

Selasa, 21 Januari 2025 - 08:49 WIB
loading...
116.000 Pekerjaan di...
Ribuan pekerjaan di di sektor baja, bahan kimia, dan semen Ukraina dapat terancam oleh kebijakan baru Uni Eropa (UE). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ribuan pekerjaan di Ukraina dapat terancam oleh kebijakan baru Uni Eropa (UE) , terkait tarif impor padat karbon yang bakal berlaku tahun depan. UE Berencana menerapkkan tarif baru atas barang impor yang diproduksi dengan emisi karbon tinggi.

Federasi Pengusaha Ukraina mengklaim Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) dapat berdampak signifikan pada ekonomi negara yang sedang berperang itu. CBAM ditujukan untuk mencegah barang-barang asing berpolutan tinggi – yang seringkali dapat dibuat lebih murah –, dan bisa merusak apa yang disebut transisi hijau Uni Eropa.

Baca Juga: Bangkitkan Amarah Naga, Produk-produk Eropa Terancam Tarif Tinggi

Namun laporan CBAM yang dikeluarkan pada pekan lalu telah memperingatkan bahwa tarif tersebut dapat menimbulkan ancaman bagi lebih dari 116.000 pekerjaan di sektor baja, bahan kimia, dan semen Ukraina, yang sangat bergantung pada intensif karbon dalam prosesnya.

"Tantangan terbesar bagi kami dalam menerapkan CBAM adalah ketidakpastian, ketidakpastian, dan kurangnya data," kata CEO Stalkanat, Sergey Lavrynenko yakni produsen tali dan serat baja Ukraina.

CBAM dijadwalkan bakal mulai berlaku pada tahun 2026, dengan tujuan menciptakan pasar yang lebih adil dengan mengenakan pajak terhadap barang-barang yang diimpor ke UE yang tidak memenuhi standar lingkungan yang ketat. Di bawah skema tersebut, eksportir ke UE harus membeli sertifikat untuk menutupi emisi CO2 mereka.

Dalam laporan terbaru, CBAM dapat berdampak parah pada ekonomi Ukraina, yang sangat bergantung pada ekspor. Federasi memperingatkan, bahwa pada tahun 2030, PDB Ukraina itu dapat menyusut sebesar 6,4%, ekspor bisa turun sebesar 6,3%, termasuk pelemahan 9,8% terkait ekspor ke UE.

Kebijakan tarif baru ini berpotensi melindungi produsen Uni Eropa agar tidak kalah dari pesaing asing. Sementara Uni Eropa berpendapat skema pajak diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim, sedangkan Kiev mengklaim akan merugikan industrinya sehingga tidak bisa kompetitif.

"Kami masih belum tahu batas emisi gas rumah kaca secara spesifik untuk produk kami di UE, bagaimana batas ini akan berubah, berapa biaya sertifikat CBAM, atau bagaimana UE akan memperluas daftar barang yang terkena pajak," kata Lavrynenko.

Baca Juga: Ditampar Tarif Anti-subsidi, Industri Otomotif China Kecam UE

Ukraina saat ini masih mencoba mencari keringanan atau setidaknya penundaan dalam implementasi CBAM. Untuk mengurangi dampaknya, pejabat Ukraina telah menyerukan dukungan keuangan untuk industri sehingga bisa memenuhi persyaratan lingkungan Uni Eropa.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Rekomendasi
Pernikahan Jennifer...
Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Digarap EO Milik Thariq Halilintar
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
Berita Terkini
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved