3 Alasan Rusia Dukung Vietnam Gabung BRICS, Apa Saja?

Selasa, 21 Januari 2025 - 16:01 WIB
loading...
A A A
Belum lagi, Vietnam meski memiliki hubungan baik dengan Barat, juga memiliki sejarah non-blok dan kemampuan menjaga hubungan baik dengan berbagai negara besar. Hal ini menjadi nilai tambah lain untuk menjadikannya calon ideal yang mendukung perkembangan BRICS.

3. Memperluas Jaringan di Asia Tenggara

Baru-baru ini, Indonesia lebih dulu masuk BRICS dan menjadi anggota penuh ke-10. Mereka menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang masuk ekonomi blok tersebut.

Setelah Indonesia, muncul nama lain dari kawasan Asia Tenggara yang disebut bakal ikut bergabung, yakni Vietnam. Mereka bahkan sudah mendapat dukungan dari Rusia yang merupakan salah satu pendiri BRICS.

Pada tujuan membantu Vietnam untuk bergabung dengan BRICS, Rusia kemungkinan sedang berupaya memperluas jaringan ekonominya di Asia Tenggara. Terlebih, Hanoi juga tercatat menjadi salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan tersebut. Itulah beberapa alasan Rusia sangat mendukung Vietnam masuk BRICS.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
Rekomendasi
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Berita Terkini
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved