3 Alasan Rusia Dukung Vietnam Gabung BRICS, Apa Saja?

Selasa, 21 Januari 2025 - 16:01 WIB
loading...
3 Alasan Rusia Dukung...
Tiga alasan Rusia mendukung penuh Vietnam masuk keanggotaan BRICS. FOTO/SCMP
A A A
JAKARTA - Vietnam mendapat dukungan Rusia untuk masuk BRICS . Hal ini diungkap dalam momen kunjungan dua hari Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin, ke Hanoi.

Mengutip Associated Press, pihak Rusia di satu sisi menyambut baik partisipasi aktif Vietnam dalam acara BRICS pada 2024 lalu. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk membantu menciptakan kondisi yang menguntungkan apabila Hanoi bergabung dengan BRICS sebagai negara mitra. Lalu, apa alasan Rusia sangat mendukung Vietnam untuk masuk BRICS? Berikut ulasannya.

Alasan Rusia Mendukung Vietnam Masuk BRICS


1. Memperkuat Aliansi Strategis

Rusia dan Vietnam memiliki hubungan historis yang kuat, terutama dalam bidang pertahanan. Satu hal ini tidak bisa dipungkiri meski Hanoi sebenarnya juga tercatat berhubungan dengan Amerika Serikat.

Melansir Vietnam Law Magazine, dalam kunjungan kenegaraan ke Vietnam pada 19-20 Juni 2024 lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan artikel tentang sejarah, status terkini, dan masa depan kemitraan Rusia-Vietnam ke surat kabar lokal untuk diterbitkan.

Baca Juga: Alasan Vietnam Ingin Gabung BRICS, Sudah Kantongi Dukungan Rusia

Pada artikel tersebut, Putin menyoroti peran Presiden Ho Chi Minh dalam memprakarsai hubungan antara kedua negara dan mencatat bahwa tahun lalu patung mendiang pemimpin Vietnam telah diresmikan di St. Petersburg untuk menandai peringatan 100 tahun kunjungan Presiden Ho Chi Minh ke "ibu kota utara" Rusia.

Menyinggung dukungan Rusia kepada Vietnam selama perjuangan Hanoi merebut kemerdekaan, Putin menganggap persahabatan di antara kedua negara telah teruji secara waktu. Sementara untuk dukungan timbal balik juga menjadi landasan yang kokoh bagi kedua pihak guna terus memperkuat kemitraan strategis komprehensif bilateral.

Masuknya Vietnam ke BRICS tentu akan membuat hubungan Rusia dengan Hanoi menjadi semakin dekat. Jika memungkinkan, Moskow setidaknya juga berharap Vietnam memilih untuk menjauh dari AS.

2. Menyebar Pengaruh BRICS

BRICS dalam perkembangannya dianggap sebagai penyeimbang terhadap dominasi ekonomi Barat. Kehadiran Vietnam dapat memperkuat blok ini, termasuk dalam hal pengaruh di kawasan Asia Tenggara.

Vietnam adalah negara dengan lokasinya yang strategis, ekonominya yang berkembang, dan punya hubungan diplomatik luas. Kondisi ini sangat cocok untuk dijadikan mitra ideal untuk mendukung misi-misi BRICS ke depannya.

Baca Juga: 7 Tokoh Yahudi yang Tak Senang dengan Kesepakatan Gencatan Senjata Israel dan Hamas

Belum lagi, Vietnam meski memiliki hubungan baik dengan Barat, juga memiliki sejarah non-blok dan kemampuan menjaga hubungan baik dengan berbagai negara besar. Hal ini menjadi nilai tambah lain untuk menjadikannya calon ideal yang mendukung perkembangan BRICS.

3. Memperluas Jaringan di Asia Tenggara

Baru-baru ini, Indonesia lebih dulu masuk BRICS dan menjadi anggota penuh ke-10. Mereka menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang masuk ekonomi blok tersebut.

Setelah Indonesia, muncul nama lain dari kawasan Asia Tenggara yang disebut bakal ikut bergabung, yakni Vietnam. Mereka bahkan sudah mendapat dukungan dari Rusia yang merupakan salah satu pendiri BRICS.

Pada tujuan membantu Vietnam untuk bergabung dengan BRICS, Rusia kemungkinan sedang berupaya memperluas jaringan ekonominya di Asia Tenggara. Terlebih, Hanoi juga tercatat menjadi salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan tersebut. Itulah beberapa alasan Rusia sangat mendukung Vietnam masuk BRICS.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Rekomendasi
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
3 Tujuan Rusia Menempatkan...
3 Tujuan Rusia Menempatkan Pesawat Tempur di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved