Trump Kobarkan Perang Dagang dengan China, Begini Kondisi Rupiah
Rabu, 22 Januari 2025 - 16:34 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump menaikkan prospek peningkatan tarif perdagangan paling cepat pada Februari. FOTO/AP
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan hari ini ditutup menguat 63 poin atau 0,39 persen ke level Rp16.279 per dolar AS setelah sebelumnya juga terapresiasi. Hal ini juga sejalan dengan sentimen global dan domestik.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini juga disebabkan oleh sentimen eksternal yaitu pasar berhati-hati setelah Presiden AS Donald Trump menaikkan prospek peningkatan tarif perdagangan paling cepat pada bulan Februari.
"Trump mengatakan ia dapat mengenakan tarif 10 persen pada impor China, dengan alasan kekhawatiran atas aliran obat-obatan terlarang, khususnya fentanil, dari China ke Meksiko dan Kanada, dan ke AS. Trump juga mengancam tarif 25 persen pada Kanada dan Meksiko," tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (22/1/2025).
Baca Juga: Trump Mulai Tabuh Genderang Perang dengan China, Tarif 10% Berlaku 1 Februari
Meskipun pasar awalnya melihat sedikit kelegaan dari Trump yang tidak mengenakan tarif apa pun pada hari pertama masa jabatannya, komentarnya pada hari Selasa membuat kekhawatiran akan perang dagang tetap ada.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini juga disebabkan oleh sentimen eksternal yaitu pasar berhati-hati setelah Presiden AS Donald Trump menaikkan prospek peningkatan tarif perdagangan paling cepat pada bulan Februari.
"Trump mengatakan ia dapat mengenakan tarif 10 persen pada impor China, dengan alasan kekhawatiran atas aliran obat-obatan terlarang, khususnya fentanil, dari China ke Meksiko dan Kanada, dan ke AS. Trump juga mengancam tarif 25 persen pada Kanada dan Meksiko," tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (22/1/2025).
Baca Juga: Trump Mulai Tabuh Genderang Perang dengan China, Tarif 10% Berlaku 1 Februari
Meskipun pasar awalnya melihat sedikit kelegaan dari Trump yang tidak mengenakan tarif apa pun pada hari pertama masa jabatannya, komentarnya pada hari Selasa membuat kekhawatiran akan perang dagang tetap ada.
Lihat Juga :