Fundamental Kuat, BNI Cetak Laba Bersih Rp21,5 Triliun Sepanjang 2024
Rabu, 22 Januari 2025 - 19:52 WIB
loading...
A
A
A
Sepanjang 2024, BBNI membukukan pendapatan bunga sebesar Rp40,5 triliun, terkoreksi 1,9% secara tahunan. Penurunan ini disebabkan oleh tingginya beban bunga yang melonjak hingga 29% dari Rp20,2 triliun menjadi Rp26,1 triliun. Sementara pendapatan non bunga (fee based income) tumbuh 11,9% dari Rp21,5 triliun menjadi Rp24 triliun.
Per 31 Desember 2024, BNI mencatat aset bank sebesar Rp1.129,8 triliun, tumbuh 4% dibandingkan 2023 yang sebesar Rp1.086,7 triliun. Aset ini menjadikan BBNI sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia.
Fundamental Kuat
BNI berhasil menutup 2024 dengan fundamental yang kuat. Pertumbuhan didorong transformasi digital yang berhasil meningkatkan tabungan sebesar 11% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp232 triliun pada 2023 menjadi Rp258 triliun pada 2024.
"Fokus pada transformasi digital yang kami lakukan sepanjang 2024 memberikan kontribusi positif terhadap kinerja BNI secara keseluruhan. Kami percaya profitabilitas BNI akan berkelanjutan dengan berfokus pada pendanaan berbiaya murah," ujar Wakil Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan.
Sejak diluncurkan pada 5 Juli 2024, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 5,3 juta hingga akhir Desember 2024, dengan active rate lebih dari dua kali lipat dibandingkan aplikasi sebelumnya, yaitu BNI Mobile Banking.
Baca Juga: BNI Bina Pekerja Migran di Hong Kong Ciptakan Peluang Usaha Baru
Per 31 Desember 2024, BNI mencatat aset bank sebesar Rp1.129,8 triliun, tumbuh 4% dibandingkan 2023 yang sebesar Rp1.086,7 triliun. Aset ini menjadikan BBNI sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia.
Fundamental Kuat
BNI berhasil menutup 2024 dengan fundamental yang kuat. Pertumbuhan didorong transformasi digital yang berhasil meningkatkan tabungan sebesar 11% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp232 triliun pada 2023 menjadi Rp258 triliun pada 2024.
"Fokus pada transformasi digital yang kami lakukan sepanjang 2024 memberikan kontribusi positif terhadap kinerja BNI secara keseluruhan. Kami percaya profitabilitas BNI akan berkelanjutan dengan berfokus pada pendanaan berbiaya murah," ujar Wakil Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan.
Sejak diluncurkan pada 5 Juli 2024, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 5,3 juta hingga akhir Desember 2024, dengan active rate lebih dari dua kali lipat dibandingkan aplikasi sebelumnya, yaitu BNI Mobile Banking.
Baca Juga: BNI Bina Pekerja Migran di Hong Kong Ciptakan Peluang Usaha Baru
Lihat Juga :