Fundamental Kuat, BNI Cetak Laba Bersih Rp21,5 Triliun Sepanjang 2024
Rabu, 22 Januari 2025 - 19:52 WIB
loading...
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar bersama jajaran direksi lain dalam paparan kinerja keuangan sepanjang 2024. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) mencetak laba bersih Rp21,5 triliun sepanjang 2024. Capaian tersebut tumbuh sekitar 2,7% dibandingkan 2023 sebesar Rp20,9 triliun.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan BNI berhasil menyalurkan kredit Rp775,87 triliun sepanjang tahun lalu. Kredit tersebut tumbuh 11,6% dari 2023 yang sebesar Rp695 triliun.
"Pertumbuhan kredit tumbuh 11%, di atas rata-rata industri yang sebesar 6,6%. Ini seiring pertumbuhan kredit mulai November yang tumbuh 12% didukung oleh kredit konsumer," ujar Royke dalam Paparan Kinerja 2024, Rabu (22/1/2025).
Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, BNI Bidik Penyaluran KPR FLPP 10.750 Rumah
Menurut dia pertumbuhan kredit BBNI sempat tertekan pada enam bulan pertama setelah turun 4%. Namun, memasuki paruh kedua 2024 pertumbuhan kredit mulai rebound dan kualitas aset BBNI membaik. Hal ini ditunjukkan dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan atau NPL) turun di bawah 2% dengan Loan At Risk (LAR) berada di level 10,3%.
"Meskipun kualitas aset cukup resilien, kami perlu berhati-hati, prudent, dan konservatif mengingat situasi global saat ini," jelas Royke.
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), BNI mencatatkan sebesar Rp805 triliun, turun tipis 0,6%. DPK tersebut didominasi oleh dana murah atau Current Account and Saving Account (CASA) atau 70% sementara 30% sisanya merupakan deposito.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan BNI berhasil menyalurkan kredit Rp775,87 triliun sepanjang tahun lalu. Kredit tersebut tumbuh 11,6% dari 2023 yang sebesar Rp695 triliun.
"Pertumbuhan kredit tumbuh 11%, di atas rata-rata industri yang sebesar 6,6%. Ini seiring pertumbuhan kredit mulai November yang tumbuh 12% didukung oleh kredit konsumer," ujar Royke dalam Paparan Kinerja 2024, Rabu (22/1/2025).
Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, BNI Bidik Penyaluran KPR FLPP 10.750 Rumah
Menurut dia pertumbuhan kredit BBNI sempat tertekan pada enam bulan pertama setelah turun 4%. Namun, memasuki paruh kedua 2024 pertumbuhan kredit mulai rebound dan kualitas aset BBNI membaik. Hal ini ditunjukkan dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan atau NPL) turun di bawah 2% dengan Loan At Risk (LAR) berada di level 10,3%.
"Meskipun kualitas aset cukup resilien, kami perlu berhati-hati, prudent, dan konservatif mengingat situasi global saat ini," jelas Royke.
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), BNI mencatatkan sebesar Rp805 triliun, turun tipis 0,6%. DPK tersebut didominasi oleh dana murah atau Current Account and Saving Account (CASA) atau 70% sementara 30% sisanya merupakan deposito.
Lihat Juga :