Ekonom Sebut Utang Numpuk dan APBN Rusak Bisa Jadi Palu Godam Buat Presiden Baru

Rabu, 02 September 2020 - 16:47 WIB
loading...
Ekonom Sebut Utang Numpuk...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah mencatat realisasi pendapatan negara hingga akhir Juli 2020 mencapai Rp922,2 triliun atau 54,3% dari target perubahan APBN dalam Perpres 72 tahun 2020 sebesar Rp1.699,9 triliun. Pendapatan tersebut turun 12,4% (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.052,4 triliun.

Adapun realisasi pembayaran bunga utang pemerintah sepanjang tahun 2019 mencapai Rp275,5 triliun. "Saat ini utang Indonesia sudah menumpuk, (kasus) Covid-nya juga meningkat. Apalagi jumlah penerbit utang meningkat hampir tiga kali lipat pada periode Jokowi," ujar ekonom senior Indef Didik J Rachbini saat peluncuran buku secara virtual di Jakarta, Rabu (2/9/2020). (Baca juga: Ibas 'Ceramahi' Menteri Sri Mulyani Soal Mengelola Utang )

Menurut dia, utang tersebut sama dengan tiga kali lipat atau 300% seluruh APBN presiden SBY pada saat pertama kali menjabat. Saat ini, sambung Didik, pemerintahan Jokowi membayar utang sekitar Rp750 triliun tiap tahunnya. Bahkan beberapa tahun nanti kita harus membayar utang setiap tahun sekitar lebih dari Rp1.000 triliun.

Didik mengungkapkan utang tahun 2020 sama dengan 20 kali lipat atau 2.000% dari anggaran pendidikan untuk seluruh rakyat indonesia. "Anggaran kementerian pendidikan sebesar Rp71 triliun sedangkan utang tahun ini Rp1.530 triliun. Artinya apa? APBN sudah masuk perangkap, harus utang untuk bayar utang," papar dia.

Jadi, menurut dia, utang ini menjadi palu godam mematikan buat presiden yang akan datang. Presiden selanjutnya harus siap-siap terima tumpukan utang saat ini. (Baca juga: Trump Bantah Terkena Stroke Ringan )

Bahkan, utang publik saja semakin berat mencapai Rp7.248 triliun. Beban utang publik termasuk bank BUMN mencapai Rp1.073 triliun. Sedangkan utang yang berdampak langsung pada nilai tukar adalah utang luar negeri.

"Berapa jumlah utang luar negeri kita? Jumlahnya semakin besar sehingga rupiah sulit menguat. Apalagi ekspor melemah dan terus menurun dibanding tahun sebelum sebelumnya. Jadi bersiapkah presiden akan datang mewarisi APBN yang rusak parah," ungkap dia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dongkrak Investasi Rp69,3...
Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved