Bencana Baru Hantam Raksasa Gas Rusia, Rencanakan PHK Besar-besaran

Jum'at, 24 Januari 2025 - 16:00 WIB
loading...
Bencana Baru Hantam...
Logo perusahaan gas milik negara Rusia, Gazprom, terpampang di papan iklan saat para penggemar Benfica menghadiri babak kedua babak 16 besar Liga Champions, leg pertama, pertandingan sepak bola antara Benfica dan Ajax di stadion Luz di Lisbon, Rabu, 23 Fe
A A A
JAKARTA - Perusahaan raksasa gas Rusia, Gazprom mempertimbangkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) besar-besaran di kantor pusat akibat merugi. Business Insider melaporkan, Gazprom membukukan kerugian pertamanya dalam 24 tahun terakhir sehingga harus memangkas 40% stafnya.

Outlet berita yang berbasis di St. Petersburg, 47 News, mangabarkan Gazprom sedang mempertimbangkan untuk memangkas jumlah karyawannya dari 4.100 orang menjadi 2.500 orang. Usulan pemangkasan yang diajukan Gazprom dimasukkan dalam sebuah surat yang ditulis oleh seorang anggota dewan perusahaan. Surat tersebut tertanggal 23 Desember 2024 menurut laporan Business Insider.

Keaslian surat tersebut dikonfirmasi oleh Kantor Berita Rusia (TASS) dan juga kantor berita Prancis, Agence France Presse. Wakil Ketua Gazprom Sergey Kupriyanov juga mengkonfirmasi keaslian surat tersebut kepada Forbes, tetapi menolak berkomentar.

Wakil Ketua Dewan Direksi Gazprom Elena Ilyukhina mengungkapkan dalam surat tersebut bahwa raksasa energi ini dapat menghemat anggaran perusahaan dengan memangkas karyawan.

"Tantangan yang dihadapi Gazprom membutuhkan pengurangan waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan dan mengambil keputusan," tulis Ilyukhina kepada CEO Gazprom Alexei Miller, seperti dikutip dari Business Insider, Jumat (24/1/2025).

Baca Juga: Trump Tebar Ancaman ke Negara-negara BRICS: Tarif 100% Jika Lanjutkan Dedolarisasi

Ilyukhina menyarankan agar raksasa energi ini dapat mengandalkan otomatisasi dan digitalisasi untuk menggantikan peran-peran kantor tertentu seperti posisi perencanaan dan akuntansi. Kyiv Independent melaporkan bahwa surat tersebut menyatakan bahwa Gazprom telah menghabiskan 50 juta rubel atau USD480 juta per tahun untuk gaji manajer.

Penting untuk dicatat bahwa surat tersebut tampaknya hanya merujuk pada gaji karyawan yang bekerja di kantor pusat perusahaan. Tenaga kerja Gazprom jauh lebih besar yakni 4.100 orang.

Menurut Business Insider, Gazprom mengatakan pada Juni 2024 bahwa mereka memiliki 498.000 karyawan pada 2023. Surat Ilyukhina muncul setelah beberapa pukulan baru-baru ini terhadap industri gas Rusia.

Baca Juga: Trump Perintahkan Gencatan Senjata Gaza ke Tahap Berikutnya

Sebagaimana diketahui, pada 1 Januari 2025, Ukraina menghentikan transit gas Rusia melalui pipa Urengoy-Pomary-Uzhgorod, yang akan mempengaruhi keuntungan Gazprom. Reuters melaporkan, penghentian pipa ekspor ini akan membuat Gazprom kehilangan penjualan sekitar USD5 miliar.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Rekomendasi
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Berita Terkini
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Infografis
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved