Coca Cola Ditarik dari Pasar Eropa Dipicu Bahan Kimia Penyebab Gagal Ginjal

Rabu, 29 Januari 2025 - 12:58 WIB
loading...
Coca Cola Ditarik dari...
Coca-Cola Europacific Partners telah menarik sejumlah produk di beberapa negara Eropa setelah mendeteksi peningkatan kadar klorat dalam minumannya. Foto/Dok RT
A A A
JAKARTA - Coca-Cola Europacific Partners telah menarik sejumlah produk di beberapa negara Eropa setelah mendeteksi peningkatan kadar klorat dalam minumannya. Dosis rendah senyawa kimia, yang merupakan produk sampingan dari disinfektan klorin, umumnya ditemukan dalam air minum, serta buah-buahan dan sayuran segar.

Pada tahun 2015, Otoritas Keamanan Pangan Eropa memperingatkan potensi risiko kesehatan yang terkait dengan paparan yang berkepanjangan, terutama pada anak-anak. Dikatakan klorat "dapat menghambat penyerapan yodium," dengan konsentrasi tinggi yang dikonsumsi dalam waktu singkat berpotensi menurunkan "kemampuan darah untuk menyerap oksigen, yang menyebabkan gagal ginjal ."

Baca Juga: Putin: Coca-Cola Semuanya Bahan Kimia, Lebih Berguna Teh Ivan

Pada hari Senin (27/1), cabang Coca-Cola Europacific Partners di Belgia mengumumkan, bahwa mereka "menarik sejumlah produk karena kadar klorat yang terlalu tinggi." Batch yang dimaksud adalah dalam kaleng dan botol kaca isi ulang dengan kode produksi dari 328 GE hingga 338 GE. Sementara untuk kemasan botol plastik tidak terpengaruh.

Coca-Cola, Sprite, Fanta, Fuze Tea, Minute Maid, Nalu, Royal Bliss dan Tropico merupakan merek yang termasuk dalam penarikan tersebut, kata pernyataan perusahaan.

"Coca-Cola Europacific Partners Belgia meminta konsumen untuk tidak mengonsumsi produk ini dan mengembalikan produk yang terkena dampak dengan kode ini ke tempat penjualan untuk pengembalian dana," saran perusahaan itu, sambil meminta maaf kepada konsumen seperti dilansir RT.

Dalam pengumuman itu selanjutnya mengklaim bahwa "penelitian ahli independen menyimpulkan bahwa risiko bagi konsumen sangat rendah."

AFP mengutip perwakilan perusahaan yang mengatakan, bahwa minuman tersebut juga telah didistribusikan di Belanda, Jerman, Prancis, Luksemburg, dan Inggris sejak November.

"Kami tidak memiliki angka yang tepat, tetapi yang jelas bahwa dalam jumlah yang cukup besar," ungkap Coca-Cola Europacific Partners Belgia mengakui.

Ditekankan juga bahwa "sebagian besar produk yang terkena dampak dan tidak terjual telah dihapus dari rak toko."

Konsentrasi klorat yang tinggi terdeteksi dalam minuman selama pemeriksaan rutin di lokasi produksinya di Ghent, Belgia, diterangkan AFP melaporkan dari sumber.

Sebelumnya pada bulan Oktober, Coca-Cola HBC Austria GmbH juga menarik beberapa batch Coca-Cola, Fanta, Sprite dan MezzoMix sebagai "tindakan pencegahan." Dalam sebuah pernyataan, perusahaan mengatakan "tidak dapat mengesampingkan bahwa fragmen logam kecil dapat ditemukan dalam jumlah botol PET 0,5l yang sangat terbatas karena kesalahan teknis dalam produksi."

Baca Juga: Coca-Cola Bangun Pabrik Daur Ulang Botol Plastik Rp556 Miliar

"Kami menyarankan untuk tidak mengonsumsi produk yang berpotensi terpengaruh karena kemungkinan risiko kesehatan," kata perusahaan pada saat itu.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Efek Domino Selat Hormuz:...
Efek Domino Selat Hormuz: Pasokan Avtur Eropa Tercekik, 20 Ribu Penerbangan Dibatalkan
Indonesia Perluas Pasar...
Indonesia Perluas Pasar Ekspor ke Eropa, Bidik Ceruk Ekonomi Rp21 Triliun
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Rekomendasi
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Berita Terkini
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved