PHE OSES Dukung Pencegahan Stunting di Kepulauan Seribu
Rabu, 29 Januari 2025 - 21:28 WIB
loading...
Pengukuran rutin berat dan tinggi badan anak balita, yang dilakukan PHE OSES bekerja sama dengan kader Posyandu dan warga Kepulauan Seribu, untuk memantau perkembangan fisik dan pencegahan stunting. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatra (PHE OSES) mendukung pencegahan stunting melalui program Selamatkan Stunting dan Gizi Buruk Bersama Pertamina (Seribu Asa) di Pulau Harapan dan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Head of Communication, Relations & CID PHE OSES Indra Darmawan mengatakan bahwa program Seribu Asa mencakup aktivitas pemberian makanan utama (PMU) bagi anak-anak stunting dan ibu hamil dengan kondisi anemia dan kekurangan energi kronis (KEK).
"Serta menyosialisasikan metode pembelajaran anak montessori dan penyuluhan 1.000 hari pertama kehidupan," kata Indra dalam keterangannya, Rabu (29/1/2025).
Baca Juga: Pencegahan Stunting pada Anak Bisa lewat Aksi 3 LM
Menurut dia program tersebut juga merupakan aksi nyata PHE OSES dalam memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap 25 Januari. Adapun aktor utama di belakang layar program Seribu Asa adalah tim Dapur Sehat.
Tim yang kerap dipanggil Tim Dahsyat tersebut terdiri atas para ibu juru masak dari tiap PKK kelurahan setempat, para kader posyandu, kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) serta ahli gizi Puskesmas Pulau Harapan, Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP).
Tim ini juga didukung oleh para juru pemantau jentik (jumantik), yang berkontribusi memutus rantai penyebaran penyakit demam berdarah yang kerap menjangkiti warga pulau. Mereka menentukan menu dan bahan makanan yang sesuai, memproses, dan memasak hingga mendistribusikan makanan bergizi kepada balita.
Head of Communication, Relations & CID PHE OSES Indra Darmawan mengatakan bahwa program Seribu Asa mencakup aktivitas pemberian makanan utama (PMU) bagi anak-anak stunting dan ibu hamil dengan kondisi anemia dan kekurangan energi kronis (KEK).
"Serta menyosialisasikan metode pembelajaran anak montessori dan penyuluhan 1.000 hari pertama kehidupan," kata Indra dalam keterangannya, Rabu (29/1/2025).
Baca Juga: Pencegahan Stunting pada Anak Bisa lewat Aksi 3 LM
Menurut dia program tersebut juga merupakan aksi nyata PHE OSES dalam memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap 25 Januari. Adapun aktor utama di belakang layar program Seribu Asa adalah tim Dapur Sehat.
Tim yang kerap dipanggil Tim Dahsyat tersebut terdiri atas para ibu juru masak dari tiap PKK kelurahan setempat, para kader posyandu, kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) serta ahli gizi Puskesmas Pulau Harapan, Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP).
Tim ini juga didukung oleh para juru pemantau jentik (jumantik), yang berkontribusi memutus rantai penyebaran penyakit demam berdarah yang kerap menjangkiti warga pulau. Mereka menentukan menu dan bahan makanan yang sesuai, memproses, dan memasak hingga mendistribusikan makanan bergizi kepada balita.
Lihat Juga :