Danone Indonesia dan Muhammadiyah Dorong Penurunan Stunting
Rabu, 12 Februari 2025 - 14:22 WIB
loading...
Danone Indonesia dan MPKU PP Muhammadiyah dukasi Akbar Program Sekolah Sehat Menuju Indonesia Emas 2045 pada Hari Gizi Nasional 2025. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Danone Indonesia dan Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kolaborasi mendukung penurunan stunting. Kerja sama ini diwujudkan melalui pelaksanaan Edukasi Akbar Program Sekolah Sehat Menuju Indonesia Emas 2045 pada Hari Gizi Nasional 2025.
Lebih dari 18.579 siswa dari 161 Sekolah Muhammadiyah di empat kabupaten di Jawa Tengah dan Yogyakarta berhasil memecahkan rekor MURI untuk program edukasi dengan jumlah peserta terbanyak. Pj Bupati Magelang, Sepyo Achanto, mengatakan, jika tidak ditangani dengan baik, stunting dapat mengakibatkan permasalahan serius baik bagi individu yang terdampak maupun bagi bangsa.
"Anak dengan stunting rentan terserang berbagai penyakit gagal tumbuh yang berpengaruh kepada kemampuan kognitif dan rendahnya tingkat pendidikan, sehingga sulit bersaing di dunia kerja dan berpotensi mendorong tingginya angka kemiskinan," ungkap Sepyo dalam edukasi akbar yang diselenggarakan secara hybrid dikutip pada Rabu (11/2/2025).
Baca Juga: Gawat, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Alami Stunting
Selain itu, anemia yang menjadi salah satu masalah kesehatan pada masyarakat Indonesia terutama remaja putri, turut berperan dalam memperburuk permasalahan stunting.
"Oleh karena itu, untuk mempercepat penurunan angka stunting nasional, dibutuhkan upaya kolaborasi multisektor utamanya dalam bentuk edukasi, seperti mengkampanyekan penerapan pola makan gizi seimbang dengan memperhatikan asupan zat besi, konsumsi tablet tambah darah, dan meningkatkan literasi warga sekolah tentang pola hidup sehat," sambungnya.
Lebih dari 18.579 siswa dari 161 Sekolah Muhammadiyah di empat kabupaten di Jawa Tengah dan Yogyakarta berhasil memecahkan rekor MURI untuk program edukasi dengan jumlah peserta terbanyak. Pj Bupati Magelang, Sepyo Achanto, mengatakan, jika tidak ditangani dengan baik, stunting dapat mengakibatkan permasalahan serius baik bagi individu yang terdampak maupun bagi bangsa.
"Anak dengan stunting rentan terserang berbagai penyakit gagal tumbuh yang berpengaruh kepada kemampuan kognitif dan rendahnya tingkat pendidikan, sehingga sulit bersaing di dunia kerja dan berpotensi mendorong tingginya angka kemiskinan," ungkap Sepyo dalam edukasi akbar yang diselenggarakan secara hybrid dikutip pada Rabu (11/2/2025).
Baca Juga: Gawat, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Alami Stunting
Selain itu, anemia yang menjadi salah satu masalah kesehatan pada masyarakat Indonesia terutama remaja putri, turut berperan dalam memperburuk permasalahan stunting.
"Oleh karena itu, untuk mempercepat penurunan angka stunting nasional, dibutuhkan upaya kolaborasi multisektor utamanya dalam bentuk edukasi, seperti mengkampanyekan penerapan pola makan gizi seimbang dengan memperhatikan asupan zat besi, konsumsi tablet tambah darah, dan meningkatkan literasi warga sekolah tentang pola hidup sehat," sambungnya.
Lihat Juga :