Dilanda Kekeringan, Petani Bogor Diminta Segera Urus Klaim Asuransi
Rabu, 02 September 2020 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
"Apabila usaha tani atau ternak mengalami gagal panen, petani akan mendapatkan penggantian atau klaim dari perusahaan asuransi. Sehingga, ada jaminan terhadap keberlangsungan usaha tani dan tidak terjadi gagal bayar terhadap kreditnya," katanya.
(Baca Juga: Ekspor Produk Pertanian ke 7 Negara, Mentan: Semua Komoditas Lewati Karantina )
Kabupaten Bogor sendiri sudah didera kekeringan sejak awal Agustus. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nurianty, mengatakan kekeringan paling parah melanda wilayah timur Kabupaten Bogor, terutama, Kecamatan Jonggol dan Cariu.
Menurut dia, kekeringan di timur lebih parah karena tidak ada sumber airnya. Distanhorbun mencatat, 167 hektare sawah di Kecamatan Jonggol terancam gagal panen musim ini. Hal ini, sambung Siti, akan terjadi jika dalam dua pekan ke depan tak hujan.
Meski demikian, dia mengingatkan, para petani yang terdaftar dalam program Kartu Asuransi Tani akan mendapatkan kompensasi sebesar Rp6.000.000 per hektare sawah.
(Baca Juga: Ekspor Produk Pertanian ke 7 Negara, Mentan: Semua Komoditas Lewati Karantina )
Kabupaten Bogor sendiri sudah didera kekeringan sejak awal Agustus. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nurianty, mengatakan kekeringan paling parah melanda wilayah timur Kabupaten Bogor, terutama, Kecamatan Jonggol dan Cariu.
Menurut dia, kekeringan di timur lebih parah karena tidak ada sumber airnya. Distanhorbun mencatat, 167 hektare sawah di Kecamatan Jonggol terancam gagal panen musim ini. Hal ini, sambung Siti, akan terjadi jika dalam dua pekan ke depan tak hujan.
Meski demikian, dia mengingatkan, para petani yang terdaftar dalam program Kartu Asuransi Tani akan mendapatkan kompensasi sebesar Rp6.000.000 per hektare sawah.
(akr)
Lihat Juga :