Trump Kembali Menyerang The Fed usai Tak Ada Perubahan Suku Bunga

Kamis, 30 Januari 2025 - 20:32 WIB
loading...
Trump Kembali Menyerang...
Presiden AS, Donald Trump kembali melayangkan serangan terbarunya terhadap bank sentral AS alias the Fed, beberapa jam setelah suku bunga acuan tidak berubah. Foto/Dok
A A A
WASHINGTON - Presiden AS, Donald Trump kembali melayangkan serangan terbarunya terhadap bank sentral AS alias the Fed , beberapa jam setelah suku bunga acuan tidak berubah, meskipun ada seruan publik untuk memangkasnya.

Dalam sebuah postingan di media sosial, Trump menuding Federal Reserve dan chairman Jerome Powell salah menangani ekonomi, dengan mengatakan mereka telah "gagal menghentikan masalah yang mereka ciptakan dengan Inflasi".

Baca Juga: Spekulasi Trump Bakal Mendepak Bos Bank Sentral AS Jerome Powell Terjawab

The Fed menahan suku bunga utama tidak berubah pada pertemuan Januari pada hari Rabu, dalam kisaran 4,25% hingga 4,5%. Keputusan ini membuat Fed berhenti sejenak setelah serangkaian pemotongan pada akhir tahun lalu.

Powell mengatakan, bank sentral tidak "terburu-buru" untuk memangkas lebih banyak, mengingat ketidakpastian yang signifikan tentang ke mana arah ekonomi.

Memasuki periode kedua dirinya kembali ke Gedung Putih, Trump telah menjanjikan perubahan signifikan pada ekonomi AS. Ia menyerukan penerapan tarif besar-besaran, deportasi massal imigran ilegal, dan pengurangan pajak dalam jumlah besar dan memangkas regulasi.

Sementara itu beberapa ekonom memperingatkan bahwa beberapa kebijakan tersebut dapat memberikan tekanan terhadap harga, setidaknya dalam waktu jangka pendek. Powell juga mengutarakan kekhawatiran yang sama, begitu juga dengan pembuat kebijakan di bank.

Di sisi lain Howard Lutnick yang ditunjuk Trump untuk menjadi Menteri Perdagangan, membela kebijakan tarif impor dan menepis kekhawatiran tentang dampaknya kepada harga-harga.

Tetapi Powell mengatakan, para pejabat masih wait and see terkait dampak dari aturan baru tersebut. "Komite dalam mode menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi," katanya pada konferensi pers untuk membahas keputusan suku bunga.

Seperti diketahui The Fed menaikkan biaya pinjaman secara signifikan mulai tahun 2022 dalam upaya untuk menstabilkan harga, yang kemudian naik pada kecepatan yang tidak terlihat dalam beberapa dekade.

Inflasi, sejak itu turun menjadi 2,9% pada Desember, tetapi tetap di atas target bank 2%.

Janji kampanye Trump termasuk seruan untuk suku bunga yang lebih rendah, yang akan menjadi kabar baik bagi peminjam. Namun hal ini telah memicu perdebatan tentang apakah Trump akan menghormati independensi Fed, untuk membuatnya tetap fokus pada kesehatan jangka panjang ekonomi AS dan terisolasi dari politik.

Baca Juga: Bos Bank Sentral AS Sebut Trump Tidak Bisa Memecatnya

Powell mengatakan, kepada wartawan bahwa dia "tidak memiliki kontak" dengan Trump dan bank fokus pada data dalam menetapkan suku bunga.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Rekomendasi
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Infografis
Trump Perintahkan Pembukaan...
Trump Perintahkan Pembukaan Kembali Penjara Alcatraz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved