alexametrics

Catatan di Balik Moody's Kukuhkan Peringkat Utang RI

loading...
Catatan di Balik Moodys Kukuhkan Peringkat Utang RI
Moody's kukuhkan peringkat surat utang pemerintah RI sebagai instrumen yang layak investasi, namun Ekonom menerangkan masih banyak catatan. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Moody's kukuhkan peringkat surat utang pemerintah RI sebagai instrumen yang layak investasi (Investment Grade). Namun Ekonom Core Piter Abudllah mengatakan, peringkat utang yang stabil belum aman karena masih banyak catatan dalam penerimaan negara.

"Moodys Investor seperti diketahui mempertahankan peringkat utang Indonesia dan tidak mengubah outlook peringkat Indonesia. Tapi moodys kasih tiga catatan yaitu, pertama basis penerimaan negara yang sangat lemah sehingga berpotensi membatasi kemampuan pelunasan utang," ujar Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Dia pun melanjutkan catatan kedua yakni, ketergantungan pemerintah pada pembiayaan pasar eksternal sehingga membuat neraca keuangan negara rentan terhadap sentimen investor asing. Ketiga, Indonesia juga dinilai masih memiliki struktur ekonomi yang rentan pada siklus komoditas



"Tiga catatan ini menurut saya menyiratkan tingginya risiko investasi di Indonesia terutama terkait risiko nilai tukar," jelasnya.

Sebagai informasi dalam rilis Bank Indonesia (BI), Lembaga pemeringkat Moodys's Investor Services (Moody's) mengafirmasi peringkat sovereign credit rating Indonesia pada level Baa2/outlook stabil (Investment Grade) pada 10 Februari 2020. Namun dalam assessment Moody's, Indonesia juga menghadapi tantangan dalam metrik kreditnya.

Di sini Moody's kembali memberikan catatannya untuk Indonesia. Potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia terhambat oleh aturan dan isu ekonomi struktural lainnya seperti gap pada infrastruktur, sistem aturan atau regulasi yang membebani hingga pasar keuangan domestik yang dangkal.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak