TUGU Pertahankan Rating A- dari AM Best, Begini Prospeknya di 2025
Jum'at, 31 Januari 2025 - 15:43 WIB
loading...
A
A
A
"Karakteristik ritel itu mass market, artinya banyak bermain dengan volume. Untuk capai volume yang skalabel strategi TUGU adalah dengan kolaborasi strategis untuk aksesibilitas basis nasabah serta transformasi digital platform asuransi," tuturnya.
Menurutnya, transformasi digital dengan menghadirkan platform yang dapat diakses untuk ritel menjadi penting karena biaya untuk keagenan tergolong besar. "Dengan platform digital, prosesnya bisa lebih simple, nasabah bisa langsung akses produk asuransi dari TUGU tanpa lewat agen atau broker. Cost untuk agen yang besar bisa dihemat, tapi pada saat yang sama, quality dari underwriting juga tetap bisa dipertahankan dengan baik," paparnya.
Ryan berharap dengan strategi ini TUGU bisa terus memperluas pangsa pasar di segmen ritel dengan pertumbuhan yang berkualitas di tahun 2025 dan ke depan. "Ini sejalan dengan bisnis strategi TUGU yang ingin meningkatkan penetrasi di segmen ritel. Dan lewat strategic partnership ini, TUGU dapat memperluas customer base yang memiliki volume lebih tinggi, dengan menjaga effisiensi biaya komisi agen dan kualitas underwriting yang optimal. Ini bisa menjadi strategi growth yang sustainable," tandasnya.
Guna merambah segmen ritel, TUGU diketahui telah menyiapkan berbagai inisiatif digital seperti t-drive dan t-ride untuk membeli dan klaim asuransi kendaraan yang dilengkapi dengan fitur serta pengalaman dan perilaku berkendara yang aman bagi pengguna. Selain itu, TUGU juga tengah menyiapkan platform direct sales atau website untuk memfasilitasi pembelian langsung produk-produk asuransi retail melalui website perusahaan. Inisiatif digital ini juga didukung langsung dengan beberapa alternatif sistem pembayaran seperti debit, virtual account, kartu kredit dan e-wallet.
Menurutnya, transformasi digital dengan menghadirkan platform yang dapat diakses untuk ritel menjadi penting karena biaya untuk keagenan tergolong besar. "Dengan platform digital, prosesnya bisa lebih simple, nasabah bisa langsung akses produk asuransi dari TUGU tanpa lewat agen atau broker. Cost untuk agen yang besar bisa dihemat, tapi pada saat yang sama, quality dari underwriting juga tetap bisa dipertahankan dengan baik," paparnya.
Ryan berharap dengan strategi ini TUGU bisa terus memperluas pangsa pasar di segmen ritel dengan pertumbuhan yang berkualitas di tahun 2025 dan ke depan. "Ini sejalan dengan bisnis strategi TUGU yang ingin meningkatkan penetrasi di segmen ritel. Dan lewat strategic partnership ini, TUGU dapat memperluas customer base yang memiliki volume lebih tinggi, dengan menjaga effisiensi biaya komisi agen dan kualitas underwriting yang optimal. Ini bisa menjadi strategi growth yang sustainable," tandasnya.
Guna merambah segmen ritel, TUGU diketahui telah menyiapkan berbagai inisiatif digital seperti t-drive dan t-ride untuk membeli dan klaim asuransi kendaraan yang dilengkapi dengan fitur serta pengalaman dan perilaku berkendara yang aman bagi pengguna. Selain itu, TUGU juga tengah menyiapkan platform direct sales atau website untuk memfasilitasi pembelian langsung produk-produk asuransi retail melalui website perusahaan. Inisiatif digital ini juga didukung langsung dengan beberapa alternatif sistem pembayaran seperti debit, virtual account, kartu kredit dan e-wallet.
(fjo)
Lihat Juga :